October 16, 2026

Rp 115 Miliar Disiapkan Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

0


Advertorial
Rp 115 Miliar Disiapkan Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Acara program Klinik UMKM Minang Bangkit. (Foto: Dok. Humas Sumbar)

BERITA PLUS, PADANG – Pemerintah pusat menyiapkan alokasi sekitar Rp115 miliar untuk mempercepat pemulihan sekitar 38.000 UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dukungan itu disalurkan melalui program Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat, yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza. Gubernur menegaskan peran UMKM sangat vital bagi perekonomian daerah hampir 750.000 unit UMKM beroperasi di Sumbar, yang menopang kehidupan sekitar 4 juta jiwa dari total 6 juta penduduk. 

“Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghentikan roda ekonomi masyarakat. Karena itu, pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan jalur transportasi tetap terbuka agar aktivitas usaha tidak terhenti,” ujar Mahyeldi.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang tidak hanya memberikan bantuan dana, tetapi juga pelatihan dan pendampingan.

Pemulihan ini tidak boleh sekadar kembali ke kondisi sebelum bencana, UMKM harus didorong naik kelas untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, tata kelola keuangan, digitalisasi pemasaran, serta memperluas jangkauan pasar dan kemitraan.

“Bukan hanya pulih seperti sedia kala, melainkan bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih maju,” tegasnya. “Jangan takut memulai kembali. Jangan biarkan bencana menghentikan langkah kita.”

Sementara itu, Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan bantuan Rp 115 miliar ini bukan sekadar hibah. Setiap penerima wajib mengikuti pelatihan, pendampingan, serta mencatat keuangan secara tertib melalui sistem perbankan.

Adapun tujuannya agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh berkelanjutan dan siap mengakses pembiayaan lebih besar di masa depan.

“Dana ini untuk pemberdayaan dan pemulihan, bukan sekadar dibelanjakan. Harus ada kemajuan yang terukur,” kata Helvi. 

Pada kegiatan ini, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana langsung mengikuti pelatihan yang mencakup peningkatan produksi, literasi keuangan, dan akses pasar.

Program ini juga menggandeng Universitas Andalas melalui lembaga inkubator bisnis untuk memberikan pendampingan berkelanjutan mulai dari penguatan produk, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan pasar.

Diharapkan, program ini tidak hanya mengembalikan semangat berusaha warga, tetapi melahirkan ekosistem UMKM Sumbar yang lebih tangguh, modern, dan berdaya saing luas. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Anggun Fitria
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *