UIN SATU Tulungagung Jadi Satu-satunya Kampus yang Raih Sertifikasi Hijau AASHE STARS
Irqam
– 05 October 2026 | 12:10 – Dibaca 0 kali
UIN SATU Tulungagung meraih predikat Silver dalam Sustainability Tracking, Assessment & Rating System (AASHE STARS). (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, TULUNGAGUNG – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung kembali menorehkan prestasi internasional. Kampus keagamaan Islam tersebut resmi tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil meraih predikat Silver dalam Sustainability Tracking, Assessment & Rating System (AASHE STARS).
AASHE STARS merupakan sistem penilaian keberlanjutan internasional bagi perguruan tinggi yang dikembangkan oleh Association for the Advancement of Sustainability in Higher Education (AASHE), sebuah organisasi nirlaba independen yang berbasis di Amerika Serikat.
Sistem ini dirancang untuk mengukur dan memetakan sejauh mana perguruan tinggi menerapkan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek kehidupan kampus.
Berbeda dengan sistem pemeringkatan yang menempatkan perguruan tinggi berdasarkan urutan peringkat, STARS menggunakan pendekatan berbasis skor atau rating. Perguruan tinggi mengumpulkan data dan bukti atas berbagai praktik keberlanjutan yang dijalankan, kemudian memperoleh predikat berdasarkan capaian skor. Tingkatan tersebut meliputi Bronze, Silver, Gold, hingga Platinum.
Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz menegaskan pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan dalam memenuhi standar penilaian internasional.
Menurutnya, gerakan kampus hijau merupakan bagian dari visi besar UIN SATU untuk membangun perguruan tinggi yang memadukan kualitas pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
“Inisiatif kampus hijau ini bukan sekadar proyek fisik atau slogan, melainkan visi besar yang memadukan pendidikan berkualitas, kepedulian lingkungan, dan penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam atau eko-teologi. Ini adalah komitmen kami untuk melahirkan generasi yang cerdas, religius, sekaligus sadar lingkungan,” ujar Prof. Abd. Aziz.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi UIN SATU dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Predikat Silver AASHE STARS sekaligus membawa nama UIN SATU Tulungagung masuk dalam jejaring perguruan tinggi dunia yang menerapkan standar keberlanjutan secara komprehensif dan terukur.
Penilaian STARS mencakup aspek yang luas dan tidak terbatas pada kondisi fisik lingkungan kampus. Sistem ini juga melihat bagaimana keberlanjutan diintegrasikan ke dalam aktivitas akademik, penelitian, keterlibatan sivitas akademika, hingga aspek sosial dan keadilan di lingkungan perguruan tinggi.
Pada aspek operasional, misalnya, penilaian mencakup upaya pengurangan emisi, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan air, pengurangan dan pengelolaan sampah, serta pengembangan ruang terbuka hijau. Sementara pada aspek akademik dan riset, keberlanjutan dilihat dari sejauh mana isu lingkungan dan perubahan iklim diintegrasikan dalam pembelajaran maupun kegiatan penelitian.
Keterlibatan sivitas akademika juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Partisipasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam berbagai program keberlanjutan menjadi indikator penting dalam membangun budaya kampus yang ramah lingkungan.
Selain itu, aspek sosial juga menjadi perhatian, termasuk kesejahteraan tenaga kerja, keadilan sosial, serta penyediaan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Di lingkungan UIN SATU Tulungagung, komitmen terhadap keberlanjutan tersebut dikembangkan melalui program ReliGreen dengan semangat Sustainable Minds, Greener Futures Program ini menjadi bagian dari upaya kampus membangun ekosistem perguruan tinggi yang lebih hijau melalui penataan ruang terbuka hijau, efisiensi energi, pengelolaan air, serta berbagai inisiatif lingkungan lainnya.
ReliGreen juga menjadi ruang untuk mempertemukan agenda keberlanjutan dengan karakter UIN SATU sebagai perguruan tinggi Islam. Perspektif eko-teologi menjadi salah satu landasan dalam membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan manusia.
Predikat Silver AASHE STARS yang diraih UIN SATU Tulungagung tercatat berlaku hingga 1 Oktober 2029. Capaian ini sekaligus menjadi pijakan bagi kampus untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutannya menuju tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan UIN SATU menembus AASHE STARS juga menjadi capaian yang relatif langka bagi perguruan tinggi di Indonesia. Selama ini, berbagai perguruan tinggi di Indonesia lebih banyak menggunakan instrumen penilaian keberlanjutan seperti UI GreenMetric. Keputusan UIN SATU untuk mengikuti sistem STARS menunjukkan keberanian kampus untuk mengukur kinerja keberlanjutannya menggunakan instrumen internasional yang memiliki cakupan penilaian luas.
Bagi UIN SATU Tulungagung, predikat Silver tersebut bukanlah tujuan akhir. Lebih dari sekadar penghargaan internasional, capaian ini menjadi momentum untuk membangun budaya keberlanjutan yang semakin kuat di lingkungan kampus.
Kampus hijau, dalam perspektif UIN SATU, tidak berhenti pada pembangunan ruang terbuka hijau atau penggunaan teknologi ramah lingkungan. Lebih jauh, kampus hijau merupakan upaya membangun cara berpikir, budaya akademik, tata kelola kelembagaan, serta karakter sivitas akademika yang menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari kehidupan perguruan tinggi.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
