Baru 20 dari 390 Koperasi Merah Putih di Malang Rampung, Tujuh Desa Terkendala Lahan Perhutani
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Fibrianto Hadi Prasetya. (Foto: Aditya Mahatva Yodha/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Namun hingga awal Maret 2026, baru 20 unit koperasi yang pembangunan fisiknya dinyatakan selesai 100 persen dari total target 390 unit.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Fibrianto Hadi Prasetya, mengatakan sebagian besar koperasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Proses pembangunan KDKMP yang sudah 100 persen ada 20 unit. Sementara yang lainnya masih dalam tahap proses pengerjaan,” kata Tito dalam sosialisasi posisi KDKMP di Wijaya Hallroom Hamur Pedas, Turen, Kabupaten Malang, Jumat (6/3/2026).
Selain progres pembangunan, Pemkab Malang juga menghadapi kendala ketersediaan lahan di sejumlah desa. Tito menyebut ada tujuh KDKMP yang hingga kini belum bisa dibangun karena lokasi desa berada di kawasan milik Perhutani.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah tengah mengusulkan skema pinjam pakai lahan kepada Perhutani agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan.
Tujuh desa yang masih menunggu kepastian lahan tersebut yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Klepu di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Bantur dan Desa Karangsari di Kecamatan Bantur, Desa Sumbersuko di Kecamatan Wagir, Desa Gunungjati di Kecamatan Jabung, serta Desa Bringin di Kecamatan Wajak.
Meski sebagian besar KDKMP masih menunggu penyelesaian sarana fisik, beberapa desa telah mulai menjalankan aktivitas ekonomi melalui koperasi tersebut.
Tito mencontohkan Koperasi Desa Selorejo di Kecamatan Dau yang kini menjadi pemasok buah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Koperasi Desa Jatiguwi di Kecamatan Sumberpucung juga telah aktif menyalurkan beras dari Bulog untuk memenuhi kebutuhan warga. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
