October 16, 2026

Tata Kelola Sampah Amburadul, Pedagang Makanan di Pemalang Terkena Imbas

0


News
Tata Kelola Sampah Amburadul, Pedagang Makanan di Pemalang Terkena Imbas

Tumpukan sampah terlihat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Pemalang kota. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, PEMALANG – Di tengah permasalahan sampah yang terus bergulir, pemandangan di sepanjang jalan Jendral Sudirman, Pemalang, terlihat tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan warga dan pengendara yang melintas.

Tumpukan sampah tersebut berada tak jauh dari para pedagang makanan dan fasilitas ibadah, sehingga dikeluhkan oleh warga .

Semenjak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pegongsoran ditutup oleh Pemkab Pemalang awal Juli ini, tumpukan sampah semakin sulit diatasi. Komitmen pemerintah setempat untuk maksimal mengatasi sampah, sampai saat ini hanya sekadar janji. Kenyataannya, sampah masih berserakan di mana-mana.

Seperti yang terlihat di beberapa sudut kota Pemalang. Tumpukan sampah sudah beberapa hari dibiarkan teronggok tak diangkut oleh petugas kebersihan. Akibatnya, membuat pemandangan jalanan kota dan gapura pintu masuk perkampungan jorok dan bau.

Tak hanya itu, tumpukan sampah juga berakibat pada para penjual makanan yang menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan Sudirman.

Berdasarkan PP Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, pemerintah telah menetapkan kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah.

Selanjutnya, pemerintah provinsi menyusun dan menetapkan kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah. Begitu juga dengan pemerintah kabupaten atau kota, juga telah menyusun dan menetapkan kebijakan, serta strategi pengelolaan sampah.

Diyono (50), seorang pedagang bubur ayam mengeluh dagangannya berkurang karena kanan dan kiri lapaknya ada tumpukan sampah. “Biasanya empat kilo habis, sekarang cuma tiga kilo. Terkadang tidak habis,” keluh Diyono, Minggu (14/7/2024).

Diyono meminta, tumpukan sampah yang sudah tiga hari lamanya ini, segera diambil untuk dibuang. “Pedagang merasakan dampak tumpukan sampah pembeli jadi berkurang. Toh, kami juga terkadang ngasih sekadar uang lelah buat para petugas kebersihan sampah,” jelasnya.

Kini, pedagang bingung kenapa masalah sampah terus berlarut-larut tak terselesaikan. Imbasnya, para pembeli makanan merasa tumpukan sampah sangat mengganggu. Banyak yang enggan membeli makanan di kawasan itu.

Bagus (20), seorang pembeli makanan berharap agar sampah segera diangkut karena terlihat menjijikkan. “Saya sarapan di sini jadi tidak enak, karena tumpukan sampah,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati ketika dikonfirmasi lewat sambungan teleponnya, beralasan jika masalah sampah lagi diusahakan. Sebab, semua truk sampah telah penuh terisi dan kebingungan mencari lokasi pembuangan sampah karena tempatnya pas-pasan.

“Tempat yang buat buang sampah pas-pasan. Terus bagaimana? Itu truk ada muatanya semua, mana ada lubang sampah yang besar buat buang sampah. Ini lagi diusahakan,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *