DPRD Gorontalo Sambangi Perumda Pasar Makassar, Pelajari Strategi Pengelolaan Pasar Tradisional
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Husain Hasan bersama Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli saat kunjungan studi tiru terkait pengelolaan pasar tradisional dan peningkatan PAD di Makassar, Kamis (5/3/2026). (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MAKASSAR – Upaya memperkuat tata kelola pasar tradisional sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendorong rombongan Komisi III DPRD Kota Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Perumda Pasar Makassar.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan pasar yang dinilai berhasil diterapkan di Kota Makassar.
Rombongan DPRD Kota Gorontalo disambut langsung oleh jajaran manajemen Perumda Pasar Makassar di ruang pertemuan, Kamis (05/03/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Perumda memaparkan berbagai strategi pengelolaan pasar, mulai dari penataan pedagang, sistem pengelolaan retribusi, hingga upaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang beraktivitas di pasar tradisional.
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Husain Hasan, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mencari referensi terbaik dalam pengelolaan pasar tradisional yang dapat berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
“Kami datang ke Perumda Pasar Makassar untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan pasar tradisional dilakukan. Dari pemaparan yang kami terima, banyak hal yang bisa menjadi referensi bagi kami di Kota Gorontalo, terutama dalam hal penataan pasar dan sistem retribusi yang berkontribusi terhadap PAD,” ujarnya.
Menurut Husain Hasan, pengelolaan pasar tradisional membutuhkan sistem yang baik agar aktivitas perdagangan dapat berjalan tertib, nyaman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi daerah maupun masyarakat.
Ia juga mengapresiasi langkah Perumda Pasar Makassar yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan perusahaan daerah tersebut.
“Saya melihat salah satu kelebihan di sini adalah keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pasar. Banyak tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat umum, bukan hanya dari kalangan aparatur sipil negara. Ini tentu memberi dampak positif karena membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Husain Hasan menambahkan, kunjungan ke Perumda Pasar Makassar bukanlah yang pertama bagi pihaknya. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya DPRD Kota Gorontalo juga pernah melakukan kunjungan serupa sebelum masa pandemi Covid-19.
“Kami pernah datang sebelumnya, dan sekarang kami melihat ada perkembangan yang cukup signifikan. Walaupun sempat menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan Perumda Pasar Makassar terus mengalami perbaikan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Kota Gorontalo yang menjadikan Perumda Pasar Makassar sebagai salah satu referensi dalam pengelolaan pasar tradisional.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari DPRD Kota Gorontalo. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan pasar agar semakin profesional dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” ungkap Ali Gauli Arief.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan pasar tradisional di Makassar terus diarahkan pada sistem yang lebih tertata, transparan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pedagang maupun masyarakat.
“Pasar tradisional merupakan salah satu penggerak ekonomi rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, mulai dari penataan pedagang, pengelolaan retribusi, hingga peningkatan fasilitas pasar,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Kota Gorontalo juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan pasar tradisional, termasuk upaya menjaga stabilitas aktivitas perdagangan serta meningkatkan kontribusi pasar terhadap pendapatan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian di lingkungan Perumda Pasar Makassar yang memberikan pemaparan terkait sistem kerja serta berbagai program pengelolaan pasar yang sedang dijalankan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arya Rahmansyah |
| Editor | : Mahrus Sholih |
