Pemkab Bandung Siapkan Pengamanan Idulfitri 2026, 1.333 Personel Gabungan Dikerahkan
Asep Tedi
– 07 March 2026 | 21:03 – Dibaca 8 kali
Pemkab Bandung dan jajaran Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengamanan Idulfitri 2026 atau Operasi Ketupat 2026. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengamanan Hari Raya Idulfitri 2026 atau Operasi Ketupat 2026 di Gedung Moh. Toha, Sabtu (7/3/2026).
Rakorsus tersebut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Ali Syakieb, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Reni Rahayu Fauzie, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Danlanud Sulaiman, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, camat, kapolsek, serta danramil se-Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, rakor tersebut bertujuan menyusun langkah-langkah komprehensif untuk memastikan kelancaran serta keamanan arus mudik dan balik, sekaligus menjamin kenyamanan masyarakat selama perayaan Idulfitri 2026.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat yang mudik maupun yang tetap berada di Kabupaten Bandung selama Idulfitri tahun ini,” ujar Dadang.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menegaskan Pemkab Bandung siap mendukung penuh pengamanan Lebaran dengan mengerahkan personel, melakukan pembenahan infrastruktur, serta menyediakan dukungan anggaran.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemkab Bandung telah memasang puluhan kamera pengawas (CCTV) di jalur mudik, menambah ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta memastikan kondisi jalan dalam keadaan baik.
Selain itu, Kang DS juga menginstruksikan OPD terkait menyiagakan mobil ambulans dan alat berat di sejumlah titik rawan selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Kami juga akan memberikan insentif khusus bagi para personel yang bertugas di lapangan selama Operasi Ketupat tahun ini. Kami berharap pengamanan Idulfitri berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan pihaknya akan mengerahkan 1.333 personel gabungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Menurut Aldi, Polresta Bandung telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap jalur utama maupun alternatif yang akan digunakan pemudik, termasuk titik-titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta potensi gangguan keamanan.
“Kami akan mendirikan Pos Terpadu di wilayah Nagreg dengan nama Kampung Kaheman. Sebelumnya pos pengamanan berada di Cileunyi, namun setelah dianalisis, kami alihkan ke Nagreg agar lebih efektif,” jelasnya.
Nagreg dipilih karena merupakan salah satu jalur mudik terpadat yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan sejumlah daerah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Selain Pos Terpadu tersebut, sebanyak 12 Pos Pengamanan (Pospam) juga akan disebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Pos-pos ini tidak hanya berfungsi untuk pengendalian lalu lintas dan keamanan, tetapi juga sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
Di setiap pos telah disiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti ambulans dengan tenaga medis siaga, alat berat untuk penanganan darurat seperti longsor, serta layanan tambahan berupa WiFi gratis, musala, toilet, air minum, dan makanan ringan.
“Selain memberikan rasa aman bagi pemudik, kami juga ingin memastikan keamanan masyarakat yang tidak mudik serta menjaga harta benda yang ditinggalkan di rumah,” kata Aldi.
Kapolresta Bandung juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik. Layanan tersebut tersedia di Markas Komando (Mako) Polresta Bandung maupun di polsek di seluruh kecamatan.
Ia juga mendorong pembentukan pengamanan swakarsa di tingkat kecamatan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas selama masa mudik.
“Kami berharap langkah ini bisa membuat masyarakat lebih tenang saat meninggalkan rumah untuk mudik,” ujarnya.
Aldi juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum berangkat mudik, mulai dari pintu dan jendela, instalasi listrik, hingga kendaraan yang ditinggalkan.
“Kesuksesan pengamanan Idulfitri sangat ditentukan oleh kekompakan semua pihak. Komunikasi dan kolaborasi yang baik akan memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal,” katanya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Asep Tedi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
