Cuaca Ekstrem, Ratusan Kapal di Pemalang Menganggur
Para nelayan menambatkan armadanya di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang, Jawa Tengah. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, PEMALANG – Dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Utara Jawa dalam beberapa bulan terakhir, mengakibatkan ratusan nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang, Jawa Tengah, terpaksa menganggur.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas perikanan di pelabuhan setempat serta mengganggu perekonomian keluarga nelayan, terutama kebutuhan rumah tangga para istri nelayan.
“Sudah hampir empat bulan suami saya tidak melaut karena cuaca buruk. Kami kesulitan untuk uang belanja karena tidak ada pemasukan. Saya sendiri juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” kata Nur Hasanah, salah seorang istri nelayan setempat saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Banyak kapal nelayan memilih tidak melaut dan hanya bersandar di dermaga. Akibatnya, pasokan ikan ke tempat pelelangan juga menurun.
Pantauan langsung di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang, terlihat ratusan kapal nelayan tidak beroperasi dan memilih bersandar. Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.
Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Hanya beberapa kapal nelayan yang mencoba peruntungan untuk melaut. Salah satunya Zanu (35). Ia mengaku sudah hampir empat bulan tidak melaut.
“Hari ini kami mencoba bersiap untuk berangkat melaut. Mudah-mudahan cuacanya aman dan hasil tangkapan ikannya lumayan,” ujarnya.
Cuaca buruk memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan bekerja di tengah laut.
Terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap. Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan hanya terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.
Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut umumnya hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Ragil Surono |
| Editor | : Mahrus Sholih |
