Haru dan Rindu: Potret Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ngawi ketika Bukber Bareng Keluarga
Warga binaan Lapas Kelas IIB Ngawi saat berbuka puasa bersama keluarga. (Foto: Ari Hermawan/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, NGAWI – Pemandangan berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, Jawa Timur. Yang biasanya pagar berduri dengan penjagaan ketat sipir lapas, kini tampak berbeda diselimuti canda tawa haru dan tawa renyah anak-anak keluarga binaan. Pasalnya, warga binaan berkesempatan berbuka puasa dengan keluarga tercinta.
Sebut saja Bunga. Ia terlihat menangis tersedu bercampur bahagia saat bertemu sang pujaan hati yang sedang menjalani hukuman di lapas tersebut. Sesekali ia menanyakan kondisi kesehatan dan memberi kabar kondisi keluarga di rumah kepada sang pujaan hati..
“Saya tidak menyangka bisa bertemu suami saya, dan kami diberi kesempatan untuk berbuka puasa. Ini juga permintaan anak kami. Kedua anak kami sedang berpuasa, mereka sering bertanya kepada saya, kapan bisa buka bersama dengan ayahnya, seperti teman-teman di sekolahnya,” kata Bunga, sambil berkaca-kaca saat diwawancarai awak media, Kamis (13/3/2026).
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Lapas Ngawi bersama jajaran, sudah memberikan waktu untuk suami saya, dan warga binaan lain bisa berkesempatan untuk melakukan berbuka puasa dengan keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapida, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Devi Pujiastutik menyampaikan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap Ramadan, dengan metode bergantian. Para warga binaan bisa mendaftar di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Lapas Kelas IIB Ngawi.
“Karena terbatas, jadi mereka mengajukan dan mendaftar di PTSP untuk bisa ikut program buka bersama keluarga. Dari 200 warga binaan ada 60 yang ikut mendaftar,” ungkap Devi.
“Harapannya bisa menumbuhkan semangat bagi warga binaan, karena bisa berbuka puasa bersama keluarga,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIB Ngawi, Widha Indra Kusumawijaya menjelaskan, pihaknya melaksanakan tugas pengamanan program buka bersama warga binaan dan keluarga dengan ketat tapi tetap humanis.
“Seperti biasa kita melakukan pengamanan terukur dan humanis. SOP tetap kita jalankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misal barang bawaan yang tidak boleh masuk di area lapas,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Mahrus Sholih |
