October 16, 2026

Terbanyak di Jatim, Banyuwangi Hadirkan 48 Masjid Ramah untuk Pemudik Lebaran

0


News
Terbanyak di Jatim, Banyuwangi Hadirkan 48 Masjid Ramah untuk Pemudik Lebaran

Bupati Ipuk saat meresmikan masjid ramah pemudik di Banyuwangi jelang arus mudik Lebaran. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng Kantor Kementerian Agama setempat menyiapkan puluhan masjid ramah pemudik di berbagai jalur strategis.

Total sebanyak 48 masjid disiapkan di sepanjang jalur nasional hingga rute favorit pemudik, guna memberikan tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh. Program ini turut melibatkan dukungan dari Baznas dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan bisa menjadi solusi bagi para pelintas jalan yang membutuhkan waktu istirahat.

“Masjid ini diharapkan menjadi tempat singgah yang nyaman. Pemudik bisa beribadah sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Ipuk saat meresmikan program tersebut di Masjid Al Huda, Kalipuro, Kamis (17/3/2026).

Puluhan masjid tersebut tersebar merata di jalur utara, tengah, hingga selatan Banyuwangi, termasuk di kawasan dekat destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 13 masjid berada di jalur utama yang menghubungkan Wongsorejo hingga Kalibaru.

Dalam implementasinya, masjid-masjid ini akan beroperasi selama 24 jam dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari area istirahat, tempat ibadah, toilet bersih, hingga ketersediaan air bersih dan keamanan di area sekitar.

Tidak hanya itu, sejumlah titik juga dilengkapi layanan tambahan seperti pemeriksaan kesehatan, pijat gratis, serta penyediaan minuman dan makanan ringan bagi pemudik.

Beberapa masjid yang berada di jalur nasional antara lain Masjid Nurul Huda Kalibaru, Masjid Baiturrohman Genteng, Masjid Baiturrohim Rogojampi, dan Masjid Nurul Karim Wongsorejo.

Ipuk menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi sosial masjid sebagaimana dicontohkan dalam ajaran Islam.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaeroni Hidayat menyebut Banyuwangi menjadi daerah dengan jumlah masjid ramah pemudik terbanyak di Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi kolaborasi antara pemkab, Baznas, dan DMI. Harapannya, masjid-masjid ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik selama perjalanan,” pungkas Chaeroni. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *