October 16, 2026

Jasa Raharja Jatim Siapkan Delapan Posko dan 152 Personel Amankan Mudik Lebaran 1447 H

0



Jefri Hadi
– 18 March 2026 | 20:03 – Dibaca 271 kali

News
Jasa Raharja Jatim Siapkan Delapan Posko dan 152 Personel Amankan Mudik Lebaran 1447 H

Kegiatan apel siaga arus mudik Lebaran 1447 H bersama jajaran lintas sektor di Lapangan Mapolda Jatim. (Foto: Humas Jasaraharja Kanwil Jatim untuk Suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, SURABAYA – Menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran 1447 Hijriah menjadi fokus utama PT Jasa Raharja Jawa Timur, dengan menyiagakan delapan posko dan 152 personel sebagai bagian dari strategi penguatan layanan dan mitigasi risiko selama periode siaga 2026, Rabu (18/3/2026).

Kepala Kantor Wilayah Utama Jawa Timur PT Jasa Raharja, Dwi Sasono, menegaskan bahwa upaya tersebut dijalankan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, dinas perhubungan, dinas kesehatan, hingga pemerintah daerah.

“Kesiapsiagaan ini tidak berdiri sendiri, tetapi berbasis kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Dwi.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, sebutnya, Jasa Raharja mengoperasikan empat Pos Pelayanan Terpadu di titik rawan dan jalur padat kendaraan, yakni Pos Karanglo (Malang), Pos Monumen Soerjo (Ngawi), Pos Omah Jowo (Magetan), serta Pos Simpang 3 Suboh (Besuki).

Pos-pos tersebut, kata Dwi menjadi simpul layanan terpadu untuk mempercepat respons terhadap potensi kecelakaan di lapangan.

Selain itu, lanjutnya kesiapan layanan juga diperkuat melalui satu posko induk tingkat wilayah, delapan posko kantor cabang, serta lima posko kantor pelayanan yang terintegrasi.

“Sebanyak 152 personel disiagakan selama 24 jam guna memastikan layanan tetap optimal sepanjang arus mudik dan balik,” terangnya.

Dilanjut dukungan penanganan korban kecelakaan, kata Dwi juga diperluas melalui kemitraan dengan 359 rumah sakit di seluruh Jawa Timur.

Menurutnya, kolaborasi ini diperkuat dengan pemanfaatan aplikasi digital JRCare yang memungkinkan proses penjaminan korban dilakukan secara real time tanpa hambatan administratif.

“Dengan sistem digital, korban dapat langsung memperoleh penanganan medis tanpa menunggu proses administrasi, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama,” urainya.

Disebutkannya, sepanjang 2025, Jasa Raharja Jawa Timur telah menyalurkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp692 miliar.

“Capaian ini menjadi indikator penting dalam penguatan kualitas layanan sekaligus pijakan untuk menekan angka kecelakaan pada momentum mudik tahun ini,” paparnya.

Di sisi lain, tambah Dwi guna pendekatan preventif juga terus ditekankan kepada masyarakat. Pemudik diimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghindari perilaku berkendara berisiko, termasuk penggunaan ponsel saat berkendara.

Dwi juga mengingatkan pentingnya kepatuhan administrasi kendaraan sebagai bagian dari perlindungan dasar pengguna jalan. Pengesahan STNK, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) menjadi faktor penting dalam menjamin perlindungan saat terjadi kecelakaan.

Sementara bagi pengguna angkutan umum, pelunasan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) juga menjadi hal yang wajib dipenuhi, imbaunya menambahkan.

Olehnya, selama periode libur Lebaran, layanan Kantor Bersama Samsat di Jawa Timur mengalami penyesuaian operasional pada 18 hingga 24 Maret 2026.

Namun demikian, tegas Dwi untuk layanan masyarakat tetap dapat melakukan pembayaran PKB dan SWDKLLJ melalui kanal digital seperti aplikasi Signal, jaringan ritel modern, serta layanan E-Samsat lainnya.

“Kami ingin memastikan mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berlangsung aman, tertib, dan minim risiko kecelakaan,” tutup Dwi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *