October 16, 2026

Mbah Nah Raup Ratusan Ribu per Hari dari Usaha Lontong dan Lepet di Blora

0



Team Work
– 20 March 2026 | 21:03 – Dibaca 0 kali

News
Mbah Nah Raup Ratusan Ribu per Hari dari Usaha Lontong dan Lepet di Blora

Yuyun Kurniasih atau akrab disapa Mbah Nah, saat mengantarkan pesanan lontong dan lepet di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Usaha rumahan pembuatan lontong dan lepet yang dijalankan Yuyun Kurniasih atau akrab disapa Mbah Nah, warga Dluwangan, Dukuh Kaliwangan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mampu menghasilkan keuntungan ratusan ribu rupiah setiap hari.

Dalam kesehariannya, Mbah Nah memproduksi berbagai olahan berbahan dasar beras untuk memenuhi permintaan pasar. Produk utamanya berupa lontong berukuran sekitar 20 sentimeter yang dijual Rp12.000 per porsi berisi tiga buah.

Selain itu, ia juga membuat lontong berbentuk ketupat seharga Rp3.500 per biji serta lepet yang dijual Rp5.000 per buah.

Permintaan yang stabil membuat Mbah Nah mampu melayani sedikitnya 50 hingga ratusan pesanan setiap hari. 

“Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari toko, warung makan hingga pedagang kaki lima di wilayah Blora dan sekitarnya,” ujarnya, Jumat (20/3/2026) di Blora.

Untuk menjalankan usahanya, ia mengeluarkan modal harian yang tidak sedikit. Biaya tersebut digunakan untuk membeli bahan baku seperti beras, beras ketan, kelapa, daun pembungkus, serta kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan listrik.

Dari hasil penjualan, omzet yang diperoleh mencapai sekitar Rp400.000 per hari. Setelah dikurangi biaya produksi, keuntungan bersih yang diraih berkisar Rp400.000 hingga Rp500.000 per hari.

Menariknya, pada penjualan sore hari, lontong dan lepet yang dibawa menggunakan bakul dari anyaman bambu kerap habis terjual. Bahkan, dalam satu kali penjualan sore, omzetnya bisa menembus lebih dari Rp400.000.

“Sebagian keuntungan tersebut diputar kembali sebagai modal usaha agar produksi tetap berjalan setiap hari, sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” terangnya.

Menurut Mbah Nah, permintaan lontong dan lepet cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Pada momen tersebut, ia biasanya menambah jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Alhamdulillah dengan menjaga kualitas rasa dan konsistensi produksi, usaha sederhana ini tetap bertahan dan menjadi salah satu pemasok lontong dan lepet bagi sejumlah pedagang di Blora,” paparnya, dengan sederhana. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *