October 17, 2026

Pelabuhan Ketapang Masih Macet, Kendaraan Terjebak Antrean hingga 11 Jam Pascapuncak Arus Balik

0


News
Pelabuhan Ketapang Masih Macet, Kendaraan Terjebak Antrean hingga 11 Jam Pascapuncak Arus Balik

Antrean kendaraan memenuhi area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (31/3/2026). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Kemacetan panjang masih terjadi di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang, Selasa (31/3/2026), meski puncak arus balik Lebaran telah berlalu.

Sejumlah kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga bus antar kota, masih memenuhi jalur menuju pelabuhan. Antrean terpantau masih mengular hingga sekitar 12 kilometer. Namun putus-putus.

Kondisi ini terjadi meskipun puncak arus balik sebelumnya diprediksi telah berlangsung pada Minggu (29/3/2026). Namun, tingginya volume kendaraan membuat kepadatan masih belum sepenuhnya terurai.

Salah satu kondektur bus, Candra, yang melayani rute Bandung-Bali, mengaku terjebak kemacetan hingga 11 jam sebelum akhirnya tiba di Pelabuhan Ketapang.

“Kena macet setelah keluar dari Alas Baluran daerah Wongsorejo. Itu mulai hampir jam 3 pagi dan baru masuk pelabuhan sekitar jam 13.30 WIB, itu pun masih antre,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bus yang ditumpanginya membawa sekitar 40 penumpang, sebagian besar merupakan pekerja yang hendak kembali ke Bali.

“Kalau momen seperti Lebaran begini, sudah pasti macet. Ini sudah jadi pengalaman setiap tahun,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Haki, pengendara mobil asal Kediri tujuan Denpasar. Ia mengaku mulai terjebak kemacetan sejak pagi hari.

“Jam 7 pagi setelah keluar Alas Baluran sudah kena macet, baru bisa masuk sekitar jam 13.28 WIB,” katanya.

Haki menyebut, kemacetan saat arus balik Lebaran sudah menjadi hal yang dapat diprediksi. Namun, ia berharap ada solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan.

“Mungkin bisa ditambah dermaga dan kapal, jadi lebih banyak yang dioperasikan supaya antrean tidak panjang seperti ini,” ujarnya.

Sementara untuk pengendara roda roda masih bisa melintas. Seperti dikatakan Ristan asal Bondowoso, ia memilih jalur alternatif untuk menghindari kemacetan parah. Meski demikian, ia tetap tidak bisa sepenuhnya lepas dari antrean.

“Berangkat jam 9, tetap macet. Lewat pinggiran masih bisa jalan pelan, tapi tetap antre. Baru masuk pelabuhan sekitar jam 13.30,” tuturnya.

Sementara untuk megurai atrean, ASDP Ketapang mengoperasikan 33 kapal dan menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB).

ASDP juga memperpanjang masa siaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, dengan skema operasional seperti posko Lebaran hingga 5 April. Mengantisipasi pemudik yang belum kembali ke Bali. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *