Komitmen Integritas Seleksi Polri 2026 Ditegaskan di Situbondo, Peserta Diminta Andalkan Kemampuan Diri
Syamsuri
– 01 April 2026 | 11:04 – Dibaca 12 kali
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie memantau para peserta seleksi Polri 2026. (Foto: Syamsuri/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SITUBONDO – Kepolisian Resor Situbondo menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 melalui penerapan prinsip Betah (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, dalam kegiatan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan terpadu calon anggota Polri yang digelar secara virtual, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Vidcon Polres Situbondo itu diikuti puluhan peserta beserta perwakilan orang tua, serta terhubung dengan Panitia Daerah Polda Jawa Timur.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam seluruh tahapan seleksi.
“Seleksi yang berintegritas adalah prinsip yang tidak dapat ditawar. Melalui penerapan Betah, kami memastikan seluruh proses berjalan secara objektif dan profesional, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Bayu.
Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Situbondo, Kompol Aryo Pandanaran, mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk bergabung dengan Polri menunjukkan tren positif.
Pada tahap penandatanganan pakta integritas, tercatat sebanyak 75 pendaftar hadir, terdiri atas calon taruna Akademi Kepolisian serta calon siswa Bintara dan Tamtama.
Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung sesuai ketentuan, proses pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas diawasi secara ketat oleh unsur pengawas internal, meliputi Seksi Pengawasan, Seksi Profesi dan Pengamanan, serta Seksi Kedokteran dan Kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengucapan sumpah, penandatanganan dokumen pakta integritas, serta penyampaian arahan dari pejabat SDM Polda Jawa Timur.
Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi komitmen bersama antara panitia dan peserta.
Sedangkan Panitia diwajibkan menjalankan tugas secara profesional tanpa penyalahgunaan wewenang serta menolak segala bentuk praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Di sisi lain, peserta bersama orang tua diminta untuk mengedepankan kepercayaan pada kemampuan diri sendiri.
Mereka juga diimbau untuk bersikap proaktif dengan melaporkan kepada panitia atau pengawas apabila menemukan indikasi praktik percaloan atau janji kelulusan dengan imbalan tertentu selama proses seleksi berlangsung. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Mahrus Sholih |
