DPRD dan DLH Telusuri Sumber Asap Selimuti Permukiman Warga Tiga Desa di Gresik
Salah satu warga saat melakukan swipping mencari sumber asap yang masuk permukiman. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait asap tebal yang menyelimuti tiga desa di Kecamatan Manyar.
Wakil rakyat dan petugas penegak hukum lingkungan kini tengah intens melakukan koordinasi untuk menelusuri sumber asap yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan tersebut, karena sangat meresahkan warga.
Asap tebal berwarna putih yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan tersebut menyelimuti permukiman warga sejak beberapa hari belakangan setiap malam hari mulai sekitar pukul 02.00 WIB. Adapun tiga desa di Kecamatan Manyar yang terdampak meliputi Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyar Sidomukti.
“Sedang kita telusuri dan kita konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Segera ditindaklanjuti,” kata Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kamis (2/4/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Gresik, Jauzi menegaskan tidak akan segan-segan menindak tegas dengan memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran dari aktivitas produksi perusahaan hingga menyebabkan pencemaran lingkungan maupun polusi udara. “Akan segera kami tindaklanjuti,” ucapnya.
Sebelumnya, warga tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibuat resah dengan adanya pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di wilayah tersebut. Asap tebal berwarna putih itu menyelimuti area permukiman hingga membuat sebagian warga mengalami batuk dan gangguan pernafasan.
Selain menyelimuti sejumlah komplek pemukiman warga di tiga desa, asap tebal dengan bau menyengat itu juga menutup pandangan di sepanjang ruas jalan lingkungan. Ainur menyebut asap tebal ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi sangat mengganggu pernafasan.
Beberapa warga yang geram dengan kondisi ini sempat melakukan swipping di kawasan perusahaan sekitar permukiman untuk mencari sumber asap tersebut. Hasilnya warga menemukan bahwa asap dengan bau menyengat seperti bekas pembakaran itu diduga kuat berasal dari PT. Liku Telaga, sebuah perusahaan yang memproduksi Asam Sulfat (Sulfuric Acid), Aluminium Sulfat (Tawas), dan Sodium Silicate. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
