October 16, 2026

Insiden Asap Produksi Pabrik Terjang Permukiman Tiga Desa di Gresik Berakhir Damai

0


News
Insiden Asap Produksi Pabrik Terjang Permukiman Tiga Desa di Gresik Berakhir Damai

Mediasi tiga desa dengan manajemen PT. Liku Telaga difasilitasi Pemerintah Kecamatan Manyar, Gresik. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Polemik asap dari aktivitas produksi salah satu perusahaan yang telah mencemari permukiman warga tiga desa di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menemukan titik terang. Seluruh pihak meliputi pemerintah tiga desa dan manajemen perusahaan sepakat damai dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan setelah difasilitasi mediasi oleh pemerintah kecamatan.

Asap tebal berwarna putih yang menyelimuti permukiman warga itu sebelumnya muncul setiap dini hari sekitar pukul 02.00 WIB sejak Selasa 31 Maret 2026 dan Rabu 1 April 2026. Adapun tiga desa di Kecamatan Manyar yang terdampak meliputi Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyar Sidomukti. Asap tebal dengan bau menyengat itu membuat sebagian warga mengalami batuk dan gangguan pernafasan.

Camat Manyar Hendriawan Susilo menjelaskan, mediasi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Di antaranya penanganan bagi warga terdampak, verifikasi ulang data korban, serta pembahasan terkait kompensasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Data warga terdampak yang saat ini sekitar 58 orang akan diverifikasi ulang. Selain itu, akan ada pembahasan lebih lanjut terkait kompensasi dan CSR bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Susilo, ada beberapa poin yang telah disepakati antara perusahaan dan warga terdampak diantaranya, warga melakukan komunikasi melalui kepala desa ke PT. Liku Telaga membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), Dinas Lingkungan Hidup memberikan sanksi kepada PT. Liku Telaga, ganti rugi kebencanaan melalui validasi dan verifikasi dalam wujud yang konkrit serta pihak perusahaan telah sepakat untuk memberikan CRS tambahan untuk dua desa yakni Manyar Sidomukti dan Manyar Sidorukun.

“Kesepakatan empat poin ini, kami berharap masing-masing pihak mematuhi dan menjalankannya,” jelas Lilo sapaan akrab Camat Manyar.

Susilo mengungkapkan bahwa untuk menjaga dan mengantisipasi insiden serupa. Pihaknya mendorong agar masing-masing Desa terdampak segera membentuk Destana. Sehingga jika ada kejadian serupa dapat segera ditangani dengan sigap.

“Jadi setelah pemerintah tiga desa, pemuda desa, dan manajemen perusahaan mediasi, semua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai, dan pihak perusahaan juga siap bertanggungjawab penuh,” terangnya.

Sementara Factory Manager atau pemimpin operasional PT Liku Telaga, Kristanto menyatakan, selama ini pihak perusahaan telah menjalankan aktivitas produksi sesuai prosedur pemerintah. Insiden asap dari aktivitas produksi itu terjadi baru pertama kali ini, karena alat dan cerobong pembuangan asap masuk dalam massa maintenance atau perbaikan.

“Baru pertama kali ini terjadi, dan perusahaan sudah menjalankan operasional sesuai prosedur dan berjalan lancar. Namun kemarin memang ada sedikit kendala, intinya alat dan cerobong asap waktunya maintenance,” ujarnya.

Ia menegaskan manajemen perusahaan ke depan akan lebih memperkuat sistem pemantauan dan memastikan standar operasional berjalan lebih optimal. Sehingga tidak terjadi insiden serupa.

“Kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan tidak terjadi hal serupa,” jelasnya.

Perwakilan warga, Fajar Rubianto mengungkapkan bahwa masyarakat menaruh harapan hasil mediasi tidak berhenti pada kesepakatan semata, tetapi diikuti dengan langkah nyata.

“Kami ingin ada perbaikan sistem dan jaminan kejadian ini tidak terulang karena sangat berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Manyar Sidomukti, Ahmad Chasin, yang meminta perusahaan lebih maksimal dalam melakukan pencegahan. Pihaknya berharap penanganan dampak pencemaran dapat segera dilakukan secara konkret, sekaligus memastikan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah Manyar tetap terjaga.

Sebagai informasi, mediasi juga dihadiri jajaran Forkopimcam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan dari PT. Liku Telaga, Kades tiga desa meliputi Desa Manyar Rejo, Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, tokoh masyarakat, warga, serta pihak lainya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *