Kabel Bawah Laut Sokoi-Pulau Mendol Dikebut, 2.200 Pelanggan Ditarget Nikmati Listrik 24 Jam pada Mei 2026
M.M. Deli
– 11 April 2026 | 19:04 – Dibaca 0 kali
Upaya strategis kabel bawah laut Sokoi-Pulau Mendol untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau terus mempercepat program “Pelalawan Terang” guna mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.
Salah satu proyek strategis yang kini dikebut adalah penggelaran Saluran Kabel Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi menuju Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, yang ditargetkan melayani 2.200 pelanggan dengan pasokan listrik 24 jam.
Selama puluhan tahun, masyarakat Kuala Kampar hanya menikmati listrik terbatas sekitar 12 jam per hari. Ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) membuat pasokan listrik kerap terganggu.
Saat mesin mengalami kerusakan, pemadaman bergilir tak terhindarkan, bahkan dalam kondisi tertentu listrik hanya menyala hingga empat jam per hari. Gangguan juga sering terjadi saat beban puncak, sehingga aktivitas warga turut terdampak.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jaringan kabel bawah laut yang kemudian mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Proyek ini dilelang pada November 2023 dan mulai dikerjakan pada awal Januari 2024.
SKLTM 20 kV sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu berlokasi di Desa Teluk Dalam, Pulau Mendol. Kehadiran jaringan ini diharapkan mengakhiri ketergantungan pada PLTD serta menghadirkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam bagi masyarakat.
Bupati Pelalawan, Zukri, sebelumnya juga mengikuti rapat koordinasi terkait Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) proyek tersebut pada Oktober 2025. Rapat yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu melibatkan berbagai instansi, mulai dari pemerintah provinsi hingga kementerian terkait.
Dalam forum tersebut, Zukri menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan kabel bawah laut. Ia menilai proyek ini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Pulau Mendol yang memiliki potensi di sektor pangan, terutama padi dan kelapa.
“Dengan listrik yang stabil, potensi daerah bisa dimaksimalkan dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia juga memastikan, berdasarkan kajian awal, dampak ekologis proyek tergolong kecil dan tidak signifikan terhadap ekosistem laut setempat. Pemerintah daerah pun mendorong percepatan perizinan agar proyek segera rampung.
Memasuki 2026, percepatan proyek terus dilakukan. Pada Senin, 6 April 2026, Zukri melakukan audiensi dengan PLN untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
Manager PLN UP3 Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyebut progres pemasangan kabel bawah laut telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. “Progres saat ini sudah 50 persen dan kami optimistis selesai sesuai target pada Mei 2026,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting. Ia menyebut infrastruktur darat, termasuk tiang jaringan, telah siap seluruhnya. Setelah pemasangan kabel bawah laut selesai, proyek akan dilanjutkan dengan proses Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebagai syarat instalasi dapat dioperasikan secara aman dan andal.
Meski demikian, pengerjaan di lapangan masih menghadapi tantangan, salah satunya arus bawah laut yang cukup deras. Namun, tim teknis disebut terus melakukan penyesuaian agar proyek berjalan sesuai standar.
Zukri mengapresiasi komitmen PLN dalam merealisasikan proyek tersebut. Ia menegaskan, kehadiran listrik 24 jam merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan masyarakat Pulau Mendol. “Semoga pada 2026 ini listrik 24 jam di Pulau Mendol dapat segera terealisasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjut Zukri, akan terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui koordinasi lintas sektor agar tidak ada hambatan berarti.
Program “Pelalawan Terang” menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Dengan progres proyek yang telah mencapai setengah jalan, masyarakat Pulau Mendol kini menaruh harapan besar untuk segera menikmati layanan listrik tanpa henti yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di wilayah kepulauan tersebut. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : M.M. Deli |
| Editor | : Mahrus Sholih |
