Akibat Perang Timteng, Harga Plastik Packing Ikan Koi di Blitar Melambung Tinggi
Plastik packing ikan koi. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, BLITAR – Akibat perang Timur Tengah (Timteng) yakni Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah membuat harga plastik packing ikan koi di Blitar melambung tinggi. Sebelumnya, harga satu rol berkisar Rp85 ribu kini menjadi Rp140 ribu.
Salah satu pengusaha ikan koi asal Blitar, Jawa Timur, Mas Erik Mbok Singgah Koi, mengatakan, memang sejak konflik terjadi harga plastik packing mulai menunjukkan perubahan dan kenaikannya tidak sungkan yakni sekitar 64,7 persen atau sekitar Rp55 ribu rupiah.
“Kenaikan ini mulai terjadi di wilayah Blitar saat awal perayaan lebaran, padahal ketika bulan puasa masih berkisar Rp85 ribu per rol tetapi selanjutnya sudah Rp140 ribu. Masih kali pertama harga plastik packing ikan naik drastis,” kata Mas Erik kepada Suara Indonesia, Minggu (12/04/26).
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik packing sangat berpengaruh terhadap pengusaha ikan koi, karena hingga kini daya beli konsumen melemah usai konflik Timteng berlanjut hingga bulan April 2026. Banyak produk naik sehingga biaya operasional membengkak sedangkan harga jual tetap.
“Sementara waktu, kami terus bertahan ditengah situasi seperti ini utamanya dalam berjualan ikan koi dari Blitar. Semoga, konflik ini segera berakhir biar harga plastik kembali normal dan perputaran ekonomi berjalan stabil,” imbuhnya.
Sebagai informasi, lonjakan harga plastik di Indonesia dipengaruhi adanya konflik Timteng lantaran pasokan bahan baku berupa nafta tersendat imbas penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan minyak global dan 60 persen nafta masih diimpor dari Timur Tengah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Mahrus Sholih |
