Dari Program “Gus Bupati Menyapa”, Komunikasi Simbolik Dinilai Jadi Cara Cerdik Bangun Kepercayaan Publik
Gubes FISIP Universitas Jember, Prof. Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D., (Foto: Tangkapan layar live Wadul Gus’e)
BERITA PLUS, JEMBER – Guru Besar FISIP Universitas Jember (Unej), Prof. Agus Trihartono, menyatakan bahwa pendekatan komunikasi simbolik dalam politik kerap diperlukan, terutama bagi seorang pemimpin daerah, untuk menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat.
Menurut Prof. Agus, langkah tersebut tidak sekadar pencitraan, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik (trust) terhadap pemerintah. Ia menegaskan, kepercayaan publik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik.
“Hal ini perlu dilihat dalam kerangka jangka panjang. Di situ ada trust. Membangun trust merupakan bagian dari modal sosial. Kita memang masih menghadapi persoalan kepercayaan di masyarakat, sehingga ini perlu terus dibangun,” ujarnya saat siaran langsung program “Gus Bupati Menyapa” melalui kanal YouTube Wadul Gus’e, bersama Bupati Jember dan kalangan akademisi, serta jurnalis, Jumat (11/4/2026).
Ia mencontohkan, dalam konteks global, terdapat praktik serupa yang dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah krisis. Dalam insiden di Fukushima, Jepang, misalnya, pesawat yang berputar di area terdampak dinilai sebagai simbol bahwa negara hadir dan sigap, meskipun tidak melakukan tindakan langsung.
“Langkah itu pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi kepada publik bahwa negara hadir,” jelasnya.
Senada dengan itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa komunikasi simbolik merupakan bagian dari strategi untuk menyampaikan keseriusan pemerintah kepada masyarakat.
Ia mencontohkan tren sejumlah kepala daerah yang berangkat ke kantor menggunakan sepeda ontel. Secara hitungan efisiensi, penghematan yang dihasilkan mungkin tidak signifikan. Namun, pesan yang ingin disampaikan adalah komitmen terhadap semangat efisiensi.
“Yang saya lakukan bisa saja disebut simbolik, tetapi tujuannya jelas, yakni menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa saat ini semangat kita adalah efisiensi dan kesederhanaan dalam tata kelola pemerintahan,” tegasnya.
Fawait menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik sebagai fondasi utama pembangunan daerah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
