October 16, 2026

Kunjungi Banyuwangi, Dua Kepala Daerah Pelajari Pengelolaan Pariwisata

0


News
Kunjungi Banyuwangi, Dua Kepala Daerah Pelajari Pengelolaan Pariwisata

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima kunjungan Walikota Padang Panjang dan Bupati Malang untuk berbagi strategi pariwisata. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya menarik perhatian daerah lain untuk belajar langsung. Sejumlah kepala daerah pun datang guna bertukar pengalaman.

Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis, bersama Bupati Malang M. Sanusi, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Kamis lalu (9/4/2026). Keduanya disambut oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Kunjungan tersebut difokuskan pada diskusi pengelolaan sektor pariwisata yang dinilai berhasil mendorong kemajuan daerah.

Hendri Arnis mengungkapkan, ini merupakan kunjungan keduanya ke Banyuwangi setelah terakhir datang pada 2011. Ia mengaku melihat perubahan signifikan dalam kurun waktu tersebut.

“Saya pertama datang tahun 2011, saat ini datang lagi di 2026 perubahannya sudah jauh sekali sangat luar biasa. Karenanya kami ingin mempelajari beberapa hal yang mendorong kemajuan Banyuwangi,” kata Hendri.

Menurutnya, sektor pariwisata Banyuwangi berkembang pesat dengan dukungan penguatan budaya lokal yang dikemas secara menarik.

“Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi di antaranya lewat media sosial. Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan jajarannya dapat menjalin komunikasi lebih intens dengan organisasi perangkat daerah di Banyuwangi untuk bertukar pengalaman.

Hal senada disampaikan Bupati Malang M. Sanusi. Ia menilai Banyuwangi berhasil mengoptimalkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi.

“Kami juga ingin belajar berbagai alternatif pembiayaan pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi untuk memajukan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan tantangan wilayah yang luas dan jumlah penduduk besar mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi.

“Tantangan tersebut serta keterbatasan fiskal menuntut kami harus terus berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Bupati Ipuk.

Ipuk menuturkan, pariwisata didesain sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kunjungan wisatawan, tetapi juga dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami menerapkan konsep 3A, yakni memastikan aksesibilitas, atraksi dan amenitas yang terjangkau dan tersedia. Kami bersyukur memiliki warga Banyuwangi yang sangat bangga dengan budayanya. Jadi, ide kami sangat nyambung dengan warga,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, budaya lokal menjadi kekuatan utama yang terus diangkat melalui berbagai event, termasuk dalam Banyuwangi Festival.

“Tradisi yang telah hidup turun temurun di warga, kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengkurasinya sedikit agar lebih apik atraksinya,” papar Ipuk.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut berdampak pada peningkatan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 tercatat mencapai 5,65 persen.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan, dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen di 2025. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *