Guru Besar Unej Sebut Bunga Desaku Mendidik Birokrasi Lebih Dekat dengan Rakyat
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Jember (Unej), Prof. Agus Trihartono. (Foto: Tangkapan layar saat live di Kanal YouTube Wadul Gus’e)
BERITA PLUS, JEMBER – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Jember (Unej), Prof. Agus Trihartono, menyebut program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di masa Bupati Muhammad Fawait, memberikan pendidikan pada birokrasi untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Mengingat program Bunga Desaku sendiri tujuannya yakni mendekatkan pelayanan, menyampaikan informasi dan menyerap aspirasi. Serta diikuti seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember.
“Sebetulnya, yang paling penting menurut saya, Bunga Desaku mendidik Birokrasi. Karena Birokrasi diajak untuk melihat langsung ke lapangan,” jelasnya, saat live melalui Kanal YouTube Wadul Gus’e di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Jawa Timur, dikutip Rabu (15/4/2026).
Sehingga, Agus berpendapat, dengan adanya program tersebut, yang memotong jarak antara birokrasi dan rakyat, dapat menghasilkan kebijakan publik yang kemungkinan lebih dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat adanya komunikasi secara langsung.
“Terus juga mengurangi policy failure atau kegagalan atau kesalahan karena bias. Kebanyakan, selama ini kebijakan itu diambil dari belakang meja. Nah, sekarang lebih dekat, harapannya policy failure-nya bisa semakin berkurang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program semacam Bunga Desaku di Jawa Timur, yakni terjun langsung ke masyarakat, hanya terdapat dua daerah yang melakukannya, Banyuwangi dan Jember. “Saya kira, di Jawa Timur hanya dua yang melakukan itu Banyuwangi dan Jember,” pungkasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Fathur Rozi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
