October 17, 2026

Ulama Gagas IHSAN, Wadah Persatuan Santri dan Alumni Pesantren se-Nusantara

0



Jefri Hadi
– 14 April 2026 | 17:04 – Dibaca 9 kali

News
Ulama Gagas IHSAN, Wadah Persatuan Santri dan Alumni Pesantren se-Nusantara

Dari kiri ke kanan: Abd. Aziz, Kiai Muhammad Ali Cholil, dan Kiai Imam Buchori Cholil. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SURABAYA – Sejumlah ulama dan tokoh pesantren menggagas pembentukan Ikatan Himpunan Santri dan Alumni se-Nusantara (IHSAN) sebagai wadah persatuan santri dan alumni pesantren, Selasa (14/4/2026).

Hal itu diungkapkan Alumni Pondok Pesantren Tarate, Pandian, Sumenep – Madura, Abdul Aziz terkait gagasan pembentukan IHSAN mencuat dari komunikasi antara Lora Imam Buchori Cholil dan warga NU yang berinisiatif untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa serta merawat harmoni sosial di tengah potensi konflik berbasis SARA.

Dalam percakapan tersebut, Abdul Aziz mengutip Lora Imam menyampaikan ide besar yang diinisiasi oleh Kiai Muhammad Ali Cholil mengenai pentingnya membangun lembaga yang mewadahi santri dan alumni pesantren di seluruh Indonesia.

Menurut Abd. Aziz, sebagai alumni pesantren yang kini menduduki sebagai Dewan Ahli Ikatan Alumni Santri At-Taufiqiyah (IASA), Aengbaja Raja, Bluto, Sumenep-Madura. Ia mendukung penuh gagasan tersebut. 

Olehnya, dalam hal menilai persatuan santri dan alumni pesantren menjadi kunci dalam menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjaga nilai kemanusiaan dan moralitas di tengah masyarakat.

Beberapa pekan kemudian, diskusi lanjutan dilakukan untuk mematangkan konsep “rumah bersama” bagi santri dan alumni pesantren. 

Lembaga ini, kata dia diharapkan mampu menjadi jembatan dalam merespons berbagai persoalan sosial, khususnya potensi konflik antar kelompok berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Persatuan yang mulia dalam menyangga keutuhan NKRI, merawat hubungan kemanusiaan, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas,” ujar Abd. Aziz mengutip harapannya kepada Lora Imam.

Diskusi lebih mendalam berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, saat Abd. Aziz bertemu langsung dengan Kiai Muhammad Ali Cholil, pengasuh sejumlah pesantren di Kalimantan Timur sekaligus Rois Syuriah PWNU Kalimantan Timur.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penyusunan manifesto gerakan sebagai landasan nilai, visi, dan tujuan IHSAN.

Manifesto itu menegaskan komitmen santri dan alumni pesantren dalam pembangunan bangsa, menjaga marwah ulama, serta mengamalkan nilai Islam rahmatan lil alamin. 

Dalam konteks sejarah, lanjutnya santri dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak sosial dan penjaga moral bangsa.

Selain itu, IHSAN juga merancang program preventif untuk mencegah konflik sosial. Pendekatan ini menitikberatkan pada langkah pencegahan yang terencana, terukur, dan terprediksi.

“Jika para ketua alumni pesantren bersatu, potensi konflik seperti di Sampit (2001), Lampung Selatan (2012), dan Papua Tengah (2024) bisa dicegah secara sistematis,” kata Abd. Aziz menambahkan.

Program lain yang disiapkan, sambungnya antara lain penguatan peringatan Hari Santri Nasional dan doa kebangsaan yang akan digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Adapun dukungan terhadap pembentukan IHSAN, menurut para penggagas, sebutnya juga datang dari sejumlah ulama dan pengasuh pesantren di berbagai wilayah

“Tak sedikit ulama dan pengasuh pesantren yang siap mewujudkan visi dan misi IHSAN,” ujar Kiai Muhammad Ali Cholil, yang diamini Lora Imam dalam satu diskusi.

Mendatang, menurutnya para penggagas akan menyelesaikan aspek legal formal organisasi, termasuk penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), proses notaris, serta pendaftaran ke Kementerian Hukum.

“Dalam waktu dekat, kita akan menyelesaikan AD/ART dan proses legalitas. Setelah itu, konsolidasi nasional bersama ulama dan tokoh pesantren akan dilakukan,” jelasnya mengutip percakapan dengan Lora Imam.

Rencananya, dalam waktu dekat deklarasi IHSAN akan digelar di Kalimantan dengan melibatkan para ulama, pengasuh serta IKA Alumni pesantren, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *