Menag Nasaruddin Akui Kekuatan Pesantren, Probolinggo Jadi Episentrum Madin Nasional
Saifullah
– 17 April 2026 | 17:04 – Dibaca 11 kali
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat bersama KH Hasan Mutawakkil dan Bupati Probolinggo Mohammad Haris Damanhuri. (Foto: Kominfo untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Menteri Agama (Menang) RI, Nasaruddin Umar, ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong menjadi momentum penting penguatan peran pesantren di Kabupaten Probolinggo.
Kehadiran Menag disebut membawa energi spiritual sekaligus motivasi besar bagi kalangan santri dan pengasuh pesantren, Jumat (17/4/2026).
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris Damanhuri, menegaskan bahwa pada era kepemimpinan Menag saat ini, perhatian terhadap dunia pesantren semakin nyata, salah satunya dengan hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren.
“Baru pada era Prof. Nasaruddin Umar ini ada Dirjen Pesantren. Ini bentuk komitmen nyata negara terhadap pesantren,” ujarnya.
Ia juga memaparkan, Kabupaten Probolinggo saat ini memiliki 326 pesantren dan 1.679 Madrasah Diniyah (Madin), menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah Madin terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, Pemerintah Daerah terus berupaya hadir dalam meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan Madin, meskipun dengan keterbatasan anggaran.
“Memang belum besar, tapi kami pastikan pemerintah selalu hadir. Orang pintar banyak, tapi yang jujur dan berakhlak itu yang langka. Di mana pun kalian berada, ingatlah bahwa kalian adalah seorang santri,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Hasan Mutawakkil Alallah, menyampaikan bahwa pesantren yang dipimpinnya telah berdiri sejak tahun 1839 dan kini memasuki usia 187 tahun.
“Alhamdulillah, saat ini terdapat sekitar 12.400 santri dengan 24 lembaga pendidikan formal di bawah naungan Diknas dan Kemenag,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Menteri Agama menjadi penyemangat bagi seluruh elemen pesantren dalam mengemban amanah pendidikan umat.
“Kehadiran beliau menjadi spirit dan motivasi bagi kami dalam mengelola pesantren,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Pesantren Zainul Hasan Genggong yang dinilainya memiliki reputasi besar di tingkat nasional.
“Pesantren ini sangat terkenal di Indonesia. Kalian para santri adalah malaikat-malaikat kecil, doa kalian mudah diijabah oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para santri untuk memaknai pesantren sebagai “Gua Hira”, tempat turunnya wahyu dan sumber keberkahan ilmu.
“Anggap pesantren ini sebagai Gua Hira. Kalian beruntung bisa belajar di sini. Tidak semua tempat memiliki keberkahan seperti pesantren,” pesannya.
Menag menegaskan bahwa energi spiritual yang kuat di lingkungan pesantren menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan keberkahan, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
“Energi spiritual ada di sini. Doa-doa akan diijabah. Bahkan Kabupaten Probolinggo turut merasakan keberkahan dari keberadaan pesantren-pesantren ini,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Mahrus Sholih |
