Gejolak di Tubuh Banteng Kabupaten Malang: Musancab Tetap Berlanjut Walau Komposisi Pengurus Dipersoalkan
Musancab PAC PDI Perjuangan serentak se- Kabupaten Malang, Sabtu (25/4/2026).(Foto: Aditya Mahatva Yodha/ Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MALANG – Mesin partai PDI Perjuangan di Kabupaten Malang mulai dipanaskan. Tepat pada Sabtu (25/4/2026), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 33 Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan.
Meski menjadi agenda rutin lima tahunan, konsolidasi besar-besaran ini tak luput dari dinamika internal.
Di balik semangat regenerasi, suasana sempat menghangat akibat adanya protes dari sejumlah pengurus PAC. Beberapa kader menyayangkan adanya perubahan mendadak dalam komposisi kepengurusan di tingkat kecamatan.
Menurut pengakuan salah satu peserta Musancab yang enggan disebutkan namanya, struktur yang awalnya telah diusulkan secara kolektif tiba-tiba berubah. Banyak nama lama yang dicoret dan digantikan oleh wajah-wajah baru tanpa alasan yang dianggap jelas oleh sebagian pihak.
Menanggapi dinamika tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan bahwa Musancab adalah bagian dari siklus organisasi yang wajib dijalankan. Proses ini merupakan kelanjutan dari Kongres di tingkat pusat (DPP), Musda di tingkat provinsi (DPD), dan Muscab di tingkat kabupaten.
“Musancab ini adalah momentum pembentukan kepengurusan baru sekaligus peremajaan organisasi. Ini siklus lima tahunan yang memang harus berjalan untuk menjaga nafas partai,” ujar Didik.
Tahun ini, pembentukan pengurus mengacu pada Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2026. Aturan ini secara spesifik mengatur jumlah pengurus PAC berdasarkan jumlah desa di wilayah tersebut.
“Di dalam Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2026 nantinya akan ada penyesuaian. Bagi kecamatan yang desanya di bawah 10, itu nanti ada tujuh pengurus PAC. Sedangkan yang 10-15 itu ada sembilan pengurus PAC, kemudian 15 ke atas itu ada 11 pengurus PAC,” bebernya.
Salah satu poin paling krusial dalam Musancab kali ini adalah orientasi masa depan. Didik menekankan bahwa tantangan politik ke depan sangat bergantung pada keberhasilan regenerasi, terutama dalam merangkul kaum Generasi Z (Gen Z).
Ia menyadari bahwa ruang bagi anak muda harus dibuka lebar guna mempersiapkan kepemimpinan di tahun 2029-2030 mendatang. PDI Perjuangan Kabupaten Malang pun tidak main-main dalam mematok target.
“Target keterlibatan Gen Z antara 40-50 persen. Mereka akan langsung masuk dalam jajaran kepengurusan,” tegas Didik.
Nantinya, tim formatur hasil Musancab akan bekerja untuk menyaring dan memastikan sejauh mana keterlibatan anak muda ini dapat diakomodasi dalam struktur partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Dengan langkah ini, PDIP berharap dapat tetap relevan dan kompetitif di tengah pergeseran demografi pemilih di masa depan.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Imam Hairon |
