October 16, 2026

Harlah di Kepulauan, Fatayat NU Sumenep Pertegas Penguatan Perempuan dari Pinggiran

0


News
Harlah di Kepulauan, Fatayat NU Sumenep Pertegas Penguatan Perempuan dari Pinggiran

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Dina,. Foto: Istimewa.

BERITA PLUS, SUMENEP— Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pulau Sepudi menjadi penegasan bahwa penguatan perempuan tidak hanya berpusat di wilayah daratan, tetapi juga tumbuh dari kawasan kepulauan dan akar rumput.

Melalui momentum tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep meneguhkan komitmennya mendorong perempuan lebih berdaya dan berperan aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, maupun keagamaan, dengan menjadikan wilayah kepulauan sebagai bagian penting gerakan organisasi.

Mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia,” peringatan Harlah diisi dengan santunan kaum duafa, ziarah, pemberian penghargaan kepada ketua PAC dua periode, hingga diskusi keperempuanan dan penguatan ekonomi berbasis lokal.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Dina, menyebut dipilihnya Pulau Sepudi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu menjadi simbol bahwa Fatayat NU ingin memastikan gerakan pemberdayaan perempuan hadir hingga wilayah terluar.

“Harlah ini bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi perjalanan panjang Fatayat dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan. Perempuan harus mandiri, memberi dampak di lingkungannya, dan punya daya saing yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Fatayat NU harus terus tampil sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya aktif di ruang sosial, tetapi juga mampu melahirkan perubahan konkret di tengah masyarakat.

Menurut Nyai Dina, penguatan kualitas sumber daya manusia kader menjadi bagian penting agar Fatayat mampu menjawab tantangan zaman, termasuk perubahan sosial dan perkembangan era digital.

Karena itu, momentum harlah juga dijadikan ruang konsolidasi kader untuk memperkuat kapasitas organisasi, terutama di wilayah kepulauan yang dinilai memiliki potensi besar dalam gerakan perempuan berbasis komunitas.

Selain penguatan gagasan keperempuanan, kegiatan tersebut, juga menyoroti pemberdayaan ekonomi lokal sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan perempuan yang mandiri dan produktif.

“Fatayat tidak boleh hanya tumbuh di pusat-pusat kota. Kehadiran di kepulauan ini menegaskan bahwa kami bergerak bersama perempuan akar rumput, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan,” tutupnya.(*) 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *