UNNES Perkuat Kompetensi Guru SMA Negeri 1 Jepon melalui Pelatihan Deep Learning
Team Work
– 30 April 2026 | 07:04 – Dibaca 0 kali
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) memaparkan materi pembelajaran berbasis deep learning di SMA Negeri 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Unnes untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BLORA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) memaparkan materi pembelajaran berbasis deep learning dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 guru dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Ketua tim pengabdian, Thriwaty Arsal, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru terhadap konsep deep learning yang menekankan tiga pilar utama, yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.
“Pendekatan ini mendorong pembelajaran yang lebih reflektif, relevan dengan kehidupan siswa, serta menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi,” ujarnya, pada Kamis (30/4/2026), saat dihubungi.
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan workshop yang berisi penguatan konsep dasar deep learning serta contoh penerapannya dalam pembelajaran. Para guru juga diajak berdiskusi untuk mengaitkan materi dengan pengalaman mengajar masing-masing.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) guna mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru di lapangan.
“Melalui FGD, guru bersama tim merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah,” katanya.
Tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran agar selaras dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning.
Kepala SMA Negeri 1 Jepon, Dody Luhamsa, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkaya wawasan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran.
“Materi yang disampaikan sangat memperkuat pemahaman kami. Ini menjadi bekal penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun pelatihan masih difokuskan pada guru, hasilnya akan segera ditindaklanjuti dalam praktik pembelajaran bersama siswa.
Menurut dia, penerapan deep learning masih menghadapi tantangan, terutama karena karakteristik siswa yang beragam. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi bagi guru untuk terus berinovasi.
“Kami berupaya mengaitkan materi dengan kondisi nyata di sekitar siswa agar pembelajaran lebih bermakna,” katanya.
Pihak sekolah juga berharap kerja sama dengan UNNES dapat terus berlanjut, termasuk dalam program pelatihan lanjutan maupun pengembangan kompetensi guru lainnya.
Melalui kegiatan ini, UNNES menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di era digital.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Imam Hairon |
