October 16, 2026

May Day 2026 Makassar: Wali Kota Munafri Arifuddin Tampung Aspirasi Buruh di Karebosi, Tanpa Demo

0


News
May Day 2026 Makassar: Wali Kota Munafri Arifuddin Tampung Aspirasi Buruh di Karebosi, Tanpa Demo

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Kapolda Sulsel dan Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat Akhmad Rianto saat menghadiri May Day Fest 2026, Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (1/5/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MAKASSAR – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar tampil dengan wajah baru. Tak lagi identik dengan aksi demonstrasi di jalanan, peringatan tahun ini justru menjadi ruang dialog terbuka antara buruh dan pemerintah.

Mengusung konsep May Day Fest 2026, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026), menghadirkan suasana inklusif, humanis, dan solutif. 

Ribuan buruh bersama masyarakat umum berbaur dalam satu forum, menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah kota tanpa konfrontasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi pekerja untuk menyuarakan kepentingannya.

“Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini kami desain berbeda, lebih inklusif dan berbasis kolaborasi. Ini adalah ruang bagi buruh untuk berbicara langsung, dan pemerintah hadir untuk mendengar,” ujar Munafri dalam sambutannya.

Menurutnya, May Day bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting bagi pekerja untuk memperjuangkan hak-haknya, mulai dari upah layak, jam kerja manusiawi, hingga perlindungan tenaga kerja.

Dalam konsep baru ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan secara aktif untuk menerima dan merespons aspirasi buruh melalui dialog vertikal. 

Format ini dinilai menjadi terobosan baru dalam peringatan May Day, sekaligus menempatkan Makassar sebagai salah satu daerah dengan pendekatan konstruktif terhadap isu ketenagakerjaan.

“Buruh adalah elemen penting dalam masyarakat. Mereka berjuang untuk kehidupan dan keluarganya. Pemerintah harus hadir dan memastikan suara mereka didengar,” tegas Munafri.

Selain dialog, kawasan Karebosi juga diramaikan dengan berbagai aktivitas, mulai dari fun walk, parade buruh, hingga kehadiran stan UMKM. Konsep ini memadukan semangat perjuangan buruh dengan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu panggung kebersamaan.

Munafri menambahkan, pemerintah kota terus berupaya memperluas akses kerja dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja. Salah satunya melalui program pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, perlindungan terhadap pekerja rentan juga diperkuat melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang saat ini telah menjangkau puluhan ribu pekerja di Kota Makassar.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. 

Dukungan diberikan melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, serta pelibatan UMKM dalam berbagai event strategis, termasuk May Day Fest 2026.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh kuat dan mampu membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.

Munafri menekankan bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Ia menegaskan tidak ada pembangunan tanpa pekerja, dan tidak ada pertumbuhan tanpa keadilan.

“May Day di Makassar hari ini bukan lagi tentang konfrontasi, tetapi kebersamaan dalam membangun solusi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Makassar yang telah membuka ruang dialog bagi buruh.

“Kami memberikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar yang telah mendengarkan aspirasi buruh. Ini langkah maju dalam membangun hubungan yang lebih konstruktif,” katanya.

Ia menilai peringatan May Day 2026 di Makassar menjadi terobosan baru. Jika sebelumnya identik dengan aksi unjuk rasa, kini dikemas dalam suasana kondusif, aman, dan penuh semangat solidaritas.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, pedagang, hingga komunitas lainnya, menunjukkan bahwa May Day bukan hanya milik satu kelompok, melainkan ruang bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“Kami bukan musuh, tetapi bagian dari bangsa ini yang ingin ikut serta dalam pembangunan,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan May Day 2026 diawali dengan fun walk yang melibatkan ribuan peserta, menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar sebelum kembali ke Karebosi sebagai pusat kegiatan.

Dengan konsep baru ini, peringatan May Day di Makassar diharapkan menjadi model nasional—bahwa perjuangan buruh dapat dilakukan secara bermartabat, dialogis, dan tetap membawa dampak nyata bagi kesejahteraan pekerja. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *