October 16, 2026

Stok Hewan Kurban Banjarnegara Aman, Kambing dan Domba Melimpah

0


News
Stok Hewan Kurban Banjarnegara Aman, Kambing dan Domba Melimpah

Dinas pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara memastikan stok hewan qurban tahun 2026 melimpah. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS BANJARNEGARA – Menjelang Hari Raya Iduladha, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Banjarnegara dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Bahkan, untuk kambing dan domba, stok disebut melimpah.

Kepala Bidang Peternakan Banjarnegara, Agung Yuwono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data triwulan terakhir, populasi sapi di Banjarnegara mencapai 22.366 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari sapi jantan, betina, dan anak.

“Dari jumlah itu, sekitar 9.000 ekor sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” jelasnya. Selasa  (5/5/2026).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, jumlah sapi yang dikurbankan tercatat sebanyak 5.948 ekor. Dengan ketersediaan saat ini, kebutuhan masyarakat dipastikan masih dapat terpenuhi, meskipun terjadi peningkatan permintaan.

Sementara untuk kambing dan domba, populasinya jauh lebih besar, yakni mencapai 263.000 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 60.000 ekor siap untuk dijadikan hewan kurban.

“Tahun lalu, jumlah kambing dan domba yang dikurbankan sekitar 7.000 ekor. Artinya, stok saat ini sangat melimpah,” ungkap Agung.

Melimpahnya stok kambing dan domba ini juga berdampak pada harga yang cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Selain memastikan ketersediaan, Dinas Peternakan juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya lalu lintas ternak di pasar hewan maupun di tingkat pedagang.

Petugas telah diterjunkan ke berbagai titik penjualan, termasuk pasar hewan, untuk melakukan pemeriksaan atau screening secara rutin, terutama pada hari pasaran.

“Hewan yang sakit langsung kita pisahkan. Jika memungkinkan diobati, kalau tidak kita minta untuk dipulangkan agar tidak beredar di pasar,” tegas Agung.

Terkait penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Agung menyebut kasusnya masih ditemukan, namun dengan gejala yang relatif ringan dan dapat disembuhkan.

Meski demikian, hewan yang terindikasi PMK tetap tidak diperbolehkan masuk ke pasar dan harus menjalani pengobatan terlebih dahulu.

“Masih ditemukan adanya PMK, namun sangat sedikit dan relatif ringan. Kami menghimbau kepada seluruh agar tidak khawatir, karena hewan kurban yang beredar dipastikan dalam kondisi sehat dan  aman,” kata Agung. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *