October 16, 2026

Makassar Masuk 10 Kota Toleran Indonesia 2026, Munafri: Ini Hasil Kerja Bersama

0


News
Makassar Masuk 10 Kota Toleran Indonesia 2026, Munafri: Ini Hasil Kerja Bersama

Wali Kota Makassar Munafri saat bertemu dengan FKUB dan Kemenag beberapa waktu lalu. Munafri menegaskan capaian toleransi merupakan hasil kerja bersama dalam keterangannya, di Balai Kota Makassar, Rabu (6/5/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MAKASSAR – Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional pada tahun 2026. Berdasarkan hasil penilaian SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT), Makassar resmi masuk dalam 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.

Capaian ini menjadi sorotan karena menunjukkan lonjakan signifikan. Jika pada IKT 2024 Makassar masih berada di peringkat ke-52, kini kota ini melesat ke posisi ke-9 nasional pada 2026, atau naik 43 peringkat dalam kurun waktu relatif singkat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolaboratif seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa peningkatan indeks toleransi tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.

“Pemerintah Kota Makassar tentu mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan bahwa kota ini adalah kota yang inklusif, sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah,” ujar Munafri, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan harus hadir secara nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini tercermin dari meningkatnya kesadaran publik dalam menjaga keberagaman serta menciptakan ruang sosial yang aman dan saling menghargai.

Penilaian Indeks Kota Toleran sendiri mencakup berbagai indikator, mulai dari regulasi yang mendukung kebebasan beragama, kebijakan pemerintah daerah, hingga praktik sosial masyarakat dalam menjaga harmoni. Hasil yang dirilis di Jakarta pada April 2026 itu menempatkan Makassar sebagai salah satu kota dengan perkembangan paling progresif.

Lonjakan peringkat ini sekaligus menjadi bukti bahwa Makassar berhasil keluar dari zona merah intoleransi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian. Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang kebijakan dan pendekatan sosial yang konsisten.

Munafri menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar selama ini mendorong berbagai program yang memperkuat nilai toleransi. Di antaranya penguatan regulasi yang inklusif, fasilitasi dialog antarumat beragama, hingga pendekatan persuasif dalam meredam potensi konflik sosial.

Selain itu, budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat dinilai menjadi faktor penting. Interaksi sosial yang terbuka serta sikap saling menghormati antarwarga menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial di kota metropolitan ini.

“Ini menjadi bukti bahwa ketika semua pihak peduli dan bekerja bersama, maka tujuan besar untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dapat tercapai,” lanjutnya.

Meski demikian, Munafri mengingatkan bahwa capaian ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi serta terus meningkatkan kualitas toleransi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperkuat kebijakan yang berorientasi pada keberagaman. Langkah ini diharapkan mampu memastikan nilai-nilai toleransi tetap menjadi bagian integral dalam pembangunan kota.

Dengan masuknya Makassar ke dalam 10 besar kota toleran di Indonesia, kota ini diharapkan dapat menjadi role model bagi daerah lain. Tidak hanya dalam hal kebijakan, tetapi juga dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif, setara, dan berkeadilan sosial.

Capaian ini menegaskan bahwa stabilitas sosial dan harmoni bukan sekadar indikator angka, melainkan hasil nyata dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. Makassar kini berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan posisinya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *