October 16, 2026

Pemkab Madina dan Pasbar Bahas Pembukaan Jalur Legendaris Pastap Julu-Sigantang, Bisa Pangkas Jarak 70 Km

0


News
Pemkab Madina dan Pasbar Bahas Pembukaan Jalur Legendaris Pastap Julu-Sigantang, Bisa Pangkas Jarak 70 Km

Bupati Madina (Saipullah Nasution) dan Wakil Bupati Pasaman Barat (HM Ihpan) Sepakat Buka Jalur Pastap Juli – Sigantang (Foto/Istimewa)

‎BERITA PLUS, MANDAILING NATAL – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) menjajaki pembukaan jalur Pastap Julu-Sigantang yang dikenal sebagai jalur penghubung bersejarah masyarakat Mandailing dan Minang.
‎
‎Pembahasan itu berlangsung saat Bupati Madina H Saipullah Nasution menerima kunjungan Wakil Bupati Pasbar HM Ihpan di Kantor Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, Jumat (8/5/2026).
‎
‎Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah sepakat menyiapkan nota kesepahaman serta membawa usulan pembukaan jalur itu kepada Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Barat untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat.
‎
‎Pasalnya, jalur yang direncanakan dibuka berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) sehingga memerlukan kajian teknis dan regulasi yang matang.
‎
‎“Kedua pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis mendalam agar tetap mematuhi aturan lingkungan. Usulan ini juga akan dibawa ke tingkat gubernur Sumut dan Sumbar serta diajukan ke pemerintah pusat agar menjadi kebijakan nasional,” kata Saipullah.
‎
‎Saipullah menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan yakni menentukan titik koordinat terdekat agar konektivitas kedua wilayah menjadi lebih efisien.
‎
‎Menurut dia, jalur Sigantang-Pastap merupakan jalan lama yang sejak dahulu digunakan masyarakat sebagai akses utama antarwilayah.
‎
‎“Jalur Sigantang-Pastap merupakan jalan bersejarah yang digunakan turun-temurun oleh masyarakat Minang dan Mandailing sebagai akses utama di masa lalu. Pasaman Barat sangat mengharapkan kolaborasi ini,” ujarnya.
‎
‎Ia menyebut pembukaan jalur tersebut diproyeksikan mampu memangkas jarak tempuh sekitar 50 hingga 70 kilometer.
‎
‎Dengan jarak yang lebih dekat, masyarakat perbatasan dinilai akan lebih hemat dalam biaya transportasi maupun konsumsi bahan bakar.
‎
‎“Langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong efisiensi di seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan daya saing ekonomi,” ucapnya.
‎
‎Selain itu, Saipullah menilai hubungan sosial dan ekonomi antara Madina dan Pasbar selama ini sudah sangat erat, terutama pada sektor perkebunan sawit dan pendidikan.
‎
‎Sementara itu, Wakil Bupati Pasbar HM Ihpan menyambut baik rencana pembukaan jalur legendaris tersebut.
‎
‎Menurutnya, kebijakan strategis itu harus dilakukan secara bersama dan melibatkan berbagai pihak terkait.
‎
‎“Jalur ini merupakan rute legendaris yang sering diceritakan leluhur sebagai penghubung utama antar wilayah. Kami akan melibatkan tim teknis untuk mengkaji aspek regulasi dan teknis agar sesuai aturan,” katanya.
‎
‎HM Ihpan mengaku akan melaporkan hasil pertemuan itu kepada Bupati Pasaman Barat agar tindak lanjut pembukaan jalur dapat dilakukan secara lebih konkret.
‎

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rudi Erianto
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *