October 16, 2026

Kadisdikbud Wajo Sebut AI dan Pendidikan Inklusi Jadi Tantangan Baru Dunia Sekolah

0


Pendidikan
Kadisdikbud Wajo Sebut AI dan Pendidikan Inklusi Jadi Tantangan Baru Dunia Sekolah

Kadisdikbud Wajo, Drs. H. Alamsyah, memberikan arahan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Wajo yang berlangsung di Makassar, Minggu (10/5/2026) (Foto: Arya/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta penerapan pendidikan inklusi menjadi tantangan baru yang harus dihadapi dunia pendidikan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Kadisdikbud  Kabupaten Wajo, Alamsyah saat penutupan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Wajo yang berlangsung di Grand Asia Hotel, Makassar, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan total 243 UPTD sekolah, terdiri dari 182 SD dan 61 SMP. Bimtek berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026.

Dalam arahannya, Alamsyah menekankan bahwa sekolah saat ini tidak bisa lagi hanya berfokus pada pola pembelajaran konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan yang semakin terdigitalisasi.

“Sekarang kita berhadapan dengan tantangan TKA atau Tes Kemampuan Akademik, dulu namanya ujian nasional. Kalau tidak ada penguatan pada bidang tertentu, maka akan sulit bagi siswa untuk berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah, yang menurutnya memiliki keterkaitan langsung dengan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan pengelolaan Dana BOS.

“Sekolah itu memang sangat diminta hadirnya peningkatan SDM. Karena data Dapodik juga memberi dukungan bahwa jika tidak ada peningkatan, itu akan berpengaruh terhadap satuan pendidikan masing-masing. Begitu juga dengan Dana BOS, ada alokasi 10 persen untuk pengembangan SDM,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial telah mengubah pola pembelajaran di ruang kelas. Karena itu, guru dan kepala sekolah harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

“Sekarang sudah pakai teknologi, sudah pakai kecerdasan artifisial. Ini penting agar sekolah semakin efektif dan model pembelajaran semakin mudah dipahami,” tambahnya.

Selain AI, Kadisdikbud Wajo juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusi. Menurutnya, saat ini banyak anak berkebutuhan khusus yang harus mendapatkan hak pendidikan yang sama tanpa diskriminasi.

“Pendidikan kita sekarang orientasinya adalah pendidikan bermutu untuk semua. Tidak ada diskriminasi. Semua anak punya hak untuk masuk sekolah, termasuk anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini mencakup tiga hal utama, yaitu Tes Kemampuan Akademik, kecerdasan artifisial, dan pendidikan inklusi. Ketiganya, kata dia, harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah.

Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan para kepala sekolah dapat membawa perubahan nyata di satuan pendidikan masing-masing, khususnya dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis digital dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Kegiatan Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Wajo dalam meningkatkan kapasitas kepala sekolah untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital dan inklusif saat ini. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *