Memetri Bumi RW 08 Dusun Nusa Indah Menganti, Ada Tarian Unik Tanam Padi Hingga Wayang Tonggong
Sejumlah anak-anak saat memainkan tarian tanam padi pada kegiatan tradisi memetri bumi di RW 08 Dusun Nusa Indah, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. (Foto: dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, CILACAP – Kegiatan memetri bumi di RW 08 Dusun Nusa Indah, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026) berlangsung meriah.
Sejumlah tarian unik dan menarik perhatian seperti tari tanam padi yang disuguhkan oleh anak-anak hingga pagelaran wayang ruwat gentong dan gong atau Tonggong meramaikan tradisi warga di Dusun Nusa Indah tersebut.
Ketua RW 08, Kamsi Gautama mengatakan, memetri bumi yang dilaksanakan ini tidak hanya tradisi budaya warga RW 08 Dusun Nusa Indah, namun terdapat pesan moral yang disampaikan kepada warga.
“Kegiatan ini bertujuan mengingatkan masyarakat, khususnya RW 08 Dusun Nusa Indah agar masyarakat disini bisa menjaga kelestarian lingkungan dengan baik. Ada juga cara menanam padi maupun sayuran agar tidak terkena bencana, dan lainnya,” ujarnya.
Sedangkan terkait tari seni yang dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar yang berada di sekitar, selain menumbuh kembangkan kreatifitas anak, juga sebagai sarana edukasi bagi mereka.
“Kebetulan anak-anak ini warga sini, mereka masih sekolah dipandu oleh bapak dan ibu guru, membuat sebuah corak bahwa disini adalah basis pertanian melalui tari-tarian yang disuguhkan seperti tari tanam padi, ada juga yang lain,” ungkap Kamsi.
“Dan ini untuk sarana mengedukasi anak-anak, bagaimana cara orang tua mereka menanam kemudian memetik. Selain itu, untuk meregenerasi karena jarang yang punya cita-cita jadi petani,” imbuhnya.
Sedangkan menurut Kamsi, anak-anak bisa menjadi seseorang yang sukses nantinya dengan menjadi petani. “Jadi melalui tari-tarian ini, kita juga mengedukasi ke anak-anak cara menjadi petani yang sukses dengan tradisi lokal,” jelasnya.
“Terbukti warga disini banyak yang menjadi petani sukses, dan patut untuk dicontoh nantinya,” sambung Kamsi.
Kegiatan budaya warga RW 08 Dusun Nusa Indah ini, diawali kerja bakti massal, arak-arakan gunungan hasil bumi, dilanjutkan aksi pentas seni budaya anak-anak.
Kemudian ritual ruwatan dan doa bersama dilanjutkan ramah tamah warga. Adapun gunungan berisi aneka sayur mayur, buah-buahan, dan lainnya ini kemudian menjadi rebutan warga usai diarak dan diruwat.
Dalam ritual ruwatan bumi, Ki Dalang Warto Gautama memainkan tokoh wayang semar dan beberapa wayang pendukung, diiringi alunan tabuh gentong dan gong.
“Wayang tadi juga sebagai sarana edukasi bagaimana agar warga disini mengikuti pola-pola pemikiran dari leluhur kita yang adiluhung, yang punyai sifat baik dan lainnya,” ujar Kamsi.
Kemudian hal-hal apa yang boleh dilalukan dan tidak boleh dilakukan. “Jadi wayang ini adalah cerminan dari kehidupan manusia itu sendiri, dan ini juga bagian dari nguri-nguri budaya,” kata Kamsi.
Disamping itu, ritual ruwatan yang disertai doa bersama ini, sebagai sarana warga untuk memohon keselamatan sekaligus keberkahaan kepada Tuhan YME.
“Kita juga ada hiburan untuk warga malam hari, organ tunggal lengger. Kita suguhkan musik jawa bernuansakan seni tradisional, dan ada penarinya menggunakan pakaian adat,” beber Ketua RW 08 ini.
Diharapkan melalui kegiatan memetri bumi ini, selain mempererat tali silaturahmi antar warga, juga menumbuhkan kesadaran pentingnya keselamatan di bumi.
“Kalau dulu kan nggak terakomodir, warga, khususnya petani mengadakan tasyakuran tumpengan sendiri-sendiri. Untuk tahun ini, kita coba satukan dan tujuannya supaya warga guyub, rukun,” pungkas Kamsi.
Selain itu, wujud syukur warga atas segala nikmat dan rahmat yang telah diberikan selama ini, serta nguri-nguri tradisi adat budaya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
