Dapur MBG Tasabela Diduga Bagikan Daging dan Buah Busuk, Akibatkan Puluhan Siswa SD Inpres Onitua Keracunan
Menu MBG Berupa Pisang dan Daging Sapi yang Disajikan Dapur MBG Desa Tasabela, Diduga Busuk (Foto: Rolandus Tahoni / suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS – Puluhan siswa SD Inpres Onitua, Desa Tasabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dilarikan ke RS Ben Mboi Kupang, diduga akibat keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rabu, (13/5/2026)
Terlihat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jenis buah pisang dan daging sapi yang disalurkan sudah dalam keadaan busuk dan basi hingga tidak layak konsumsi. Kondisi buah dan daging yang sudah tidak layak komsumsi diketahui saat anak-anak tersebut mulai mengalami mual dan merasa pusing.
Selain itu, menu daging sapi yang disajikan oleh dapur tersebut juga diduga telah basi dan berbau sehingga mengakibatkan para peserta didik mengalami keracunan masal.
Kepala Sekolah SD Inpres Onitua Yavid Soru saat dikonfirmasi tim media ini membenarkan kejadian tersebut. Ia m mengatakan bahwa, pada saat kejadian dirinya tidak berada di sekolah lantaran sedang mengikuti rapat, namun dirinya memastikan bahwa kurang lebih sebanyak 28 anak-anak yang diduga menjadi korban telah ditangani secara medis dan sebagian telah kembali kerumah.
“Pada saat kejadian saya tidak disekolah, saya sedang rapat diluar tetapi karena dihubungi saya langsung ke Rumah sakit untuk melihat kondisi anak-anak,” ujar Yavid
Yavid juga berharap, agar dapur yang menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mengevaluasi dan memperbaiki proses penyajian makanan sehingga kasus serupa tidak terulang kembali. Namun dirinya juga belum bisa memastikan terkait kondisi makanan yang disajikan terhadap anak-anak.
“kami berharap dapur yang menyajikan makanan MBG segera evaluasi, sehingga kedepan tidak ada kasus yang sama lagi,” tegasnya
Sementara itu Kepala Desa Tasabela, yang di konfirmasi melalui Sekretaris Desa Ferdy Henuk mengatakan, pihaknya prihatin atas kejadian keracunan MBG yang dialami oleh siswa-siswi SD Inpres Onitua.
“Saya merasa sangat prihatin terhadap peristiwa ini dan saya minta untuk pihak terkait dalam hal ini dinas kesehatan agar melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang di sajikan hari ini sehingga dpt memastikan informasinya agar TDK menjadi berita hoax yg dpt merugikan pihak-pihak penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG)” Ujar Ferdy
Hingga saat ini, pihak SPPG yang dihubungi untuk dikonfirmasi belum memberikan tanggapan resmi, dan diduga menghindari konfirmasi wartawan.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
