October 17, 2026

Generasi Muda Diharapkan Jadi Garda Pelestari Budaya Lokal Sinjai

0



Irman
– 18 May 2026 | 13:05 – Dibaca 871 kali

News
Generasi Muda Diharapkan Jadi Garda Pelestari Budaya Lokal Sinjai

Kak Enal (Kemeja) & Kadis Perpustakaan Sinjai (Azis)

BERITA PLUS, JEMBER -Pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital menjadi perhatian penting bagi jurnalis senior yang juga pegiat budaya dan penulis cerita rakyat di Kabupaten Sinjai.

Hal tersebut disampaikan Zainal Abidin Ridwan yang kerap disapa Kak Enal setelah peluncuran bukunya di Aula perpustakaan daerah Sinjai, Senin (18/5/2026).

Dikatakan eks Jurnalis Indosiar itu,pentingnya menjaga cerita rakyat dan warisan budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

Menurutnya, jika generasi muda mulai melupakan sejarah dan budaya lokal, maka yang akan hilang bukan hanya sekadar cerita lama, tetapi juga identitas daerah itu sendiri.

“Kalau generasi muda melupakan sejarah budaya lokal, yang hilang bukan cuma cerita lama.

Yang runtuh pelan-pelan adalah identitas daerah seperti bahasa daerah, cara berpikir, dan jati diri masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap generasi muda Sinjai dapat turut serta meneliti, mendokumentasikan, serta memperkenalkan kembali kebudayaan daerah agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, Kak Enal menilai budaya lokal tetap bisa bertahan apabila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. 

Ia menyebutkan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menghidupkan kembali cerita rakyat melalui berbagai media kreatif.

“Budaya lokal akan tetap ada asalkan bisa diubah bentuknya menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Misalnya lewat e-book, film pendek, game, atau komik bertema budaya lokal,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa “cerita rakyat Sinjai”memiliki banyak pesan moral yang masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. 

Dalam buku cerita rakyat yang ditulisnya, terdapat sejumlah nilai penting yang ingin disampaikan kepada pembaca, di antaranya kejujuran dan tanggung jawab, kerja keras dan pantang menyerah, kerendahan hati serta semangat tolong-menolong.

Tak hanya itu, nilai cinta tanah air, kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur juga menjadi bagian penting dalam pesan moral cerita rakyat tersebut.

Melalui upaya pelestarian budaya dan penulisan cerita rakyat, diharapkan generasi muda semakin mencintai budaya daerahnya sendiri dan mampu menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di era digital.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah perlu dilakukan digitalisasi bahan ajar menyesuaikan dengan kondisi zaman.(Irman)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irman
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *