Petugas Perketat Pengawasan di Dapur Lapas Gunungsitoli, Pemeriksaan Menyasar Seluruh Area
Caption foto: Potret Petugas Lapas Kelas IIB Gunungsitoli saat melakukan pemeriksaan di area dapur (Foto: Arro Zebua//Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, GUNUNGSITOLI — Pengawasan di area dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli, Sumatra Utara, diperketat oleh jajaran petugas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyasar semua area dapur yang menjadi salah satu titik vital dalam pelayanan kebutuhan makan bagi warga binaan. Selasa (19/05/2026).
Pemeriksaan pun meliputi, kondisi lingkungan, peralatan, hingga aktivitas pengolahan bahan makanan.
Kepada Suara Indonesia, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Gunungsitoli, Makhriza, mengatakan bahwa pengawasan di area dapur merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini gangguan keamanan di dalam lapas.
“Area dapur merupakan salah satu titik yang harus diawasi secara ketat karena berkaitan langsung dengan aktivitas harian warga binaan. Karena itu, pengawasan kami perketat sebagai langkah deteksi dini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Fajariman Lase, menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prosedur.
“Kami melakukan pengecekan secara menyeluruh, baik peralatan, kebersihan, maupun proses pengolahan makanan. Tujuannya agar tidak ada potensi gangguan yang dapat mengganggu keamanan,” katanya.
Selain itu, petugas juga memberikan arahan kepada para tamping dapur agar bekerja dengan disiplin, bertanggung jawab, serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan lapas.
Mereka juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Melalui pengawasan yang diperketat itu, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berharap seluruh aktivitas di area dapur dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan. (A1)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arozatulo Zebua |
| Editor | : Alfiana Putri |
