October 16, 2026

Gelar Paripurna, DPRD Trenggalek Sahkan Raperda Ganti Nama dan Penyertaan Modal BPR Jwalita Jadi Perda

0


Advertorial
Gelar Paripurna, DPRD Trenggalek Sahkan Raperda Ganti Nama dan Penyertaan Modal BPR Jwalita Jadi Perda

Penyerahan dokumen pengesahan dua ranperdan tentang perubahan nama dan penyertaan modal BPR Jwalita.

BERITA PLUS, TRENGGALEK – DPRD Trenggalek menggelar rapat paripurna dengan dua agenda utama terkait Perusahaan Perseroan Daerah BPR Jwalita, Selasa (26/5/2026).

Dua agenda tersebut yakni persetujuan Raperda tentang perubahan nama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita menjadi Bank Perekonomian Rakyat Jwalita serta persetujuan penyertaan modal pemerintah daerah kepada perusahaan daerah tersebut.

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan perubahan nama dilakukan menyesuaikan regulasi terbaru.

“Untuk agenda yang kedua kita persetujuan peraturan daerah tentang perubahan ganti nama Bank Perkreditan Rakyat ke Bank Perekonomian Rakyat Jwalita,” ujar Doding.

Menurutnya, perubahan nama tersebut diharapkan memperkuat identitas dan branding perusahaan daerah milik Pemkab Trenggalek itu.

“Jadi nanti dalam promosinya BPR Jwalita bisa menggunakan Bank Trenggalek itu untuk brand,” katanya.

Selain perubahan nama, DPRD Trenggalek juga menyetujui tambahan penyertaan modal untuk BPR Jwalita sebesar Rp10 miliar.

Penyertaan modal tersebut akan dicairkan secara bertahap dalam dua tahun anggaran.

“Kita akan menyertakan modal yang disepakati oleh teman-teman Pansus dan teman-teman DPRD sebesar Rp10 miliar yang akan dibayar dua kali yaitu tahun 2027 sebesar Rp5 miliar dan tahun 2028 sebesar Rp5 miliar,” jelas Doding

Ia menilai kinerja BPR Jwalita selama ini cukup baik dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tahu bahwa BPR Jwalita itu progresnya sangat bagus, sangat memuaskan,” ujarnya.

Menurut Doding, tambahan modal tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan kontribusi PAD untuk daerah.

“Kemarin setornya ke PAD sekitar Rp1,4 miliar. Mudah-mudahan untuk tahun berikutnya karena kita tambahin modal bisa lebih lagi,” katanya

Ia juga menyebut BPR Jwalita menjadi salah satu BUMD penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Trenggalek.

“Dari BUMD memang BPR Jwalita yang besar,” imbuhnya.

Sementara terkait BUMD lain, Doding mengatakan pembahasan mengenai PT JET masih dalam proses kajian Panitia Khusus (Pansus) DPRD.

“Untuk PT JET itu belum selesai dikaji di Pansus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara mengatakan perubahan nama dan tambahan modal diharapkan mampu memperkuat peran BPR Jwalita dalam mendukung perekonomian daerah.

“Harapannya BPR bisa bekerja lebih baik lagi karena namanya sudah jelas Bank Perekonomian maka ke depan bisa menjadi salah satu pemicu perekonomian yang ada di kota,” ujar Syah. (ADV)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *