October 17, 2026

Dzulhijjah Jadi Musim Hajatan, Pendaftaran Nikah di Banjarnegara Diprediksi Tembus 1.000 Pasang Pengantin

0


News
Dzulhijjah Jadi Musim Hajatan, Pendaftaran Nikah di Banjarnegara Diprediksi Tembus 1.000 Pasang Pengantin

Pasangan calon pengantin mendaftarkan pernikahan di KUA Kabupaten Banjarnegara. Memasuki bulan Dzulhijjah, jumlah pendaftaran nikah diprediksi menembus 1.000 pasangan karena dipercaya sebagai bulan baik untuk menikah.(Foto: Ilustrasi)

BERITA PLUS BANJARNEGARA – Memasuki bulan Dzulhijjah, ratusan pasangan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ramai-ramai mendaftarkan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA). Hingga awal bulan Dzulhijjah tahun ini, tercatat sudah ada sekitar 926 pasangan yang mendaftar menikah.

Staf Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Mokh Rifai mengatakan, tingginya angka pernikahan pada bulan Dzulhijjah masih dipengaruhi budaya masyarakat Jawa yang menganggap bulan tersebut sebagai waktu baik untuk menikah.

“Kalau di Banjarnegara masyarakat masih banyak yang memakai perhitungan bulan Jawa. Dzulhijjah ini termasuk bulan yang dianggap baik untuk menikah, jadi memang ramai,” ujarnya, Senin (25/5/2026) lalu.

Menurutnya, tren pernikahan pada bulan Dzulhijjah biasanya memang cukup tinggi meski masih berada di bawah bulan Syawal. Selain Dzulhijjah, bulan Maulid juga menjadi waktu favorit masyarakat untuk menggelar hajatan pernikahan.

“Kalau Syawal biasanya lebih ramai karena momen mudik dan keluarga berkumpul. Tapi yang paling sering ramai itu Syawal, Dzulhijjah, dan Maulid,” katanya.

Ia memperkirakan jumlah pasangan yang mendaftar menikah selama bulan Dzulhijjah tahun ini bisa menembus lebih dari 1.000 pasangan.

Selain faktor kepercayaan terhadap bulan baik, keputusan menikah juga banyak dipengaruhi orang tua, terutama dari pihak mempelai perempuan.

Setelah mendaftar, calon pengantin nantinya akan mengikuti bimbingan perkawinan atau binwin yang dilaksanakan KUA bersama puskesmas dan penyuluh keluarga berencana.

Dalam bimbingan tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman mengenai kesehatan, kehidupan rumah tangga, hingga pendidikan keagamaan agar mampu membangun keluarga yang sehat dan harmonis serta mencegah perceraian. 

“Biasanya orang tua punya hitungan sendiri soal bulan baik untuk menikah. Anak-anak umumnya mengikuti saran orang tua,” jelasnya.(*)

 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *