October 16, 2026

Pernikahan Dini di Banjarnegara Mayoritas Terjadi di Kawasan Pedesaan dan Pegunungan, Ini Faktornya

0


Peristiwa
Pernikahan Dini di Banjarnegara Mayoritas Terjadi di Kawasan Pedesaan dan Pegunungan, Ini Faktornya

Ilustrasi pernikahan dini di Kabupaten Banjarnegara yang mayoritas masih terjadi di wilayah pedesaan dan pegunungan.

BERITA PLUS BANJARNEGARA – Angka pernikahan dini di Kabupaten Banjarnegara selama awal tahun 2026 masih menjadi perhatian. Data dari Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menunjukkan kasus pernikahan di bawah umur masih didominasi perempuan dan banyak terjadi di wilayah pedesaan pegunungan.

Staf Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Mokh Rifai, menjelaskan pada Januari 2026 tercatat sebanyak 519 pasangan menikah. Dari jumlah tersebut, terdapat 21 kasus pernikahan di bawah umur, terdiri dari 4 laki-laki dan 17 perempuan.

Kemudian pada Februari 2026, jumlah pernikahan mencapai 991 pasangan. Dari angka tersebut, tercatat 15 kasus pernikahan dini, yakni 4 laki-laki dan 11 perempuan.

Sementara pada Maret 2026, dari 569 pasangan yang menikah, terdapat 12 kasus pernikahan di bawah umur, terdiri dari 2 laki-laki dan 10 perempuan.

Sedangkan pada April 2026, angka pernikahan dini kembali mengalami kenaikan. Dari 557 pasangan yang menikah, terdapat 17 kasus pernikahan di bawah umur, dengan rincian 3 laki-laki dan 14 perempuan.

Menurut Rifai, dari data tersebut terlihat angka pernikahan dini sempat mengalami penurunan dari Januari hingga Maret, namun kembali meningkat pada April 2026. Ia menyebut mayoritas kasus didominasi perempuan.

Rifai mengatakan faktor utama tingginya pernikahan dini di Banjarnegara dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, terutama di wilayah pegunungan seperti Pejawaran, Pagentan, Pandanarum, Kalibening dan sekitarnya.

“Mayoritas pelaku pernikahan dini hanya menempuh pendidikan SD dan SMP. Selain itu, pola pikir sebagian masyarakat masih menganggap jika anak sudah tidak sekolah, lebih baik segera menikah,” ujarnya, belum lama ini.

Selain faktor pendidikan, kondisi ekonomi dan lingkungan sosial juga turut memengaruhi tingginya angka pernikahan usia muda. 

“Untuk laki-laki, banyak yang sudah bekerja di usia muda sehingga merasa mampu menghidupi keluarga dan memilih menikah lebih cepat,” katanya.(*)

 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *