Bursa Ketua DPC PKB Malang Memanas, DPAC Tolak Figur Perempuan
Para Pengurus DPAC PKB se Kabupaten Malang saat menyuarakan penolakan figur perempuan sebagai Ketua DPC PKB. (Foto: Aditya Mahatva Yodha/ Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MALANG – Teka-teki siapa yang akan memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang periode 2026–2031 akan segera terjawab. Surat Keputusan (SK) penetapan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB dijadwalkan turun pada Juni 2026 ini.
Dari tujuh nama yang terjaring saat Musyawarah Cabang (Muscab), bursa pencalonan kini mengerucut pada dua kandidat kuat. Kandidat pertama adalah figur perempuan dari Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur, yakni antara Hikmah Bafaqih atau Khofida. Sementara kandidat kedua berasal dari internal Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang.
Sinyal persaingan ini memicu reaksi keras dari tingkat akar rumput. Sebanyak 33 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Malang secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap figur pemimpin perempuan. Mereka menuntut agar nakhoda DPC PKB Kabupaten Malang tetap dipimpin oleh seorang pria.
Perwakilan DPAC PKB Kecamatan Kromengan, Sonhaji, menegaskan bahwa landasan kultural menjadi alasan utama penolakan tersebut.
“Imam itu ya laki-laki,” ujar Sonhaji , Sabtu (30/5/2026).
Senada dengan Sonhaji, perwakilan DPAC PKB Kecamatan Pakisaji, Miftahul Huda, menambahkan bahwa faktor psikologis dan budaya organisasi akan menjadi hambatan jika partai dipimpin oleh perempuan. Menurutnya, kepemimpinan perempuan berpotensi menciptakan sekat dalam berkoordinasi.
“Jika pimpinannya seorang perempuan, maka komunikasinya akan ewuh-pakewuh (sungkan),” ungkap Miftahul Huda.
Sebelum mengerucut menjadi dua calon, terdapat tujuh nama kader terbaik yang masuk dalam bursa penjaringan Muscab PKB Kabupaten Malang. Lima di antaranya merupakan Anggota DPRD Kabupaten Malang, yaitu Kholiq, Ali Murtadlo, Muslimin, Nur Muthiah Faridah, dan Abdulloh Satar.
Sementara dua nama lainnya berasal dari parlemen tingkat provinsi, yaitu Hikmah Bafaqih dan Khofida. Keputusan akhir kini sepenuhnya berada di tangan DPP PKB untuk menentukan arah politik partai di Kabupaten Malang selama lima tahun ke depan.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
