BNPM Jember Ikut Soroti Kebijakan Gus Fawait
Redaksi
– 07 June 2026 | 13:06 – Dibaca 6 kali
(Tengah) Muzakki, Ketua BNPM Kabupaten Jember (Foto: Rick/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, JEMBER – Muzakki, Ketua Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kabupaten Jember mengatakan, ramainya keluhan aparatur sipil negara yang ditekan untuk mengupload dengan ancaman sanksi menurutnya keterlaluan.
Sebagai organisasi yang juga konsen mengawal pendidikan, dirinya mengaku merasa perlu ikut angkat bicara terkait keluhan itu.
“Tujuan Bupati Jember agar masyarakatnya bangga dengan potensi Jember itu bagus. Hanya caranya saja yang perlu diperbaiki. Kalau himbauan, diikuti dengan tekanan dengan surat edaran itu kurang pas,” katanya, Minggu (07/06/2026) siang.
Kata dia, justru kalau konten yang diproduksi dan didistribusikan sama dan diperintah secara masiv, masyarakat luar akan mudah membaca, bahwa itu ada kesan setingan.
“Apalagi, disertai dengan tekanan dengan sanksi guru akan merasa tertekan. Guru bukan anak kecil, mereka intelektual dan kaum akademisi,” sambung dia.
Diakui atau tidak, kata Muzakki, masyarakat Kabupaten Jember di era teknologi sudah cerdas dan sudah bisa membedakan.
“Mereka mengerti mana konten asli, mana konten setingan. Jadi, tolong kebijakan itu ditelaah ulang. Mulia tujuannya, tetapi harus betul juga caranya. Agar tidak salah paham ujung-ujungnya,” tuturnya.
Menurutnya, para guru yang terkena sanksi ingin bersuara. Namun, karena adanya tekanan sehingga mereka takut.
“Tolong lah, jangan seperti itu. Mereka adalah masyarakat asli Jember, yang suatu saat suaranya akan dicari dan dibutuhkan,” tutupnya.
Sementara sekretaris PGRI Kabupaten Jember, Taufiqur Rahman juga bernada sama. Mereka menilai, kebijakan Bupati Jember terlalu berlebihan.
Jika hal itu diteruskan, khawatir akan berdampak kepada kegiatan belajar mengajar karena guru merasa tertekan dengan sanksi.
“Jika guru sudah tertekan. Tentu, ini akan berpengaruh kepada kegiatan belajar mengajar di kelas,” ungkap Sekretaris PGRI Jember Taufiqur Rahman.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Alfiana Putri |
