Patungan hingga Rp 100 Juta, Warga Twelagiri Banjarnegara Bangun Jalan dengan Dana Swadaya
Satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk material tanah guna mengurangi kemiringan tanjakan pada jalan penghubung Twelagiri–Argasoka. (Foto: Iwan/Suara Indonesia)
BERITA PLUS BANJARNEGARA – Kesabaran warga dua dusun di Desa Twelagiri, Kecamatan Pagedongan Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya berubah menjadi aksi nyata. Setelah sekitar lima tahun jalan penghubung Twelagiri–Argasoka tak kunjung diperbaiki, masyarakat sepakat bergotong royong mengumpulkan dana untuk membangun akses tersebut secara swadaya.
Saat ini, proses perbaikan diawali dengan pengerukan material tanah menggunakan satu unit alat berat guna mengurangi kemiringan tanjakan sehingga jalan lebih aman dan mudah dilalui kendaraan. Setelah itu, warga berencana melanjutkan pembangunan hingga tahap pengaspalan.
Salah satu warga, Manap, mengatakan inisiatif tersebut lahir karena kondisi jalan yang semakin rusak dan menyulitkan aktivitas masyarakat. Menurutnya, warga sebelumnya telah mengusulkan perbaikan kepada pemerintah, namun hingga kini belum terealisasi.
“Sudah sekitar lima tahun rusak. Kami sudah pernah mengajukan perbaikan, tetapi belum ada tindak lanjut, sehingga warga sepakat bergotong royong memperbaiki jalan ini,” ujar Manaf dan diamini warga yang lain, Selasa (23/6/2026).
Dikatakan Manap, untuk membiayai pembangunan, warga menerapkan sistem iuran. Pemilik mobil menyumbang Rp500 ribu, pemilik sepeda motor Rp100 ribu, sedangkan warga yang tidak memiliki kendaraan tetap berpartisipasi dengan iuran Rp 50 ribu.
“Dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 100 juta, sementara hingga saat ini telah terkumpul sekitar Rp 50 juta,” imbuhnya.
Manap menuturkan, jalan tersebut merupakan akses tercepat menuju Kota Banjarnegara. Jika melintasi jalur ini, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Sebaliknya, apabila harus menggunakan jalur lain, perjalanan menjadi lebih jauh dengan jarak sekitar 20 kilometer atau memakan waktu sekitar 30 menit.
Perbaikan jalan ini melibatkan hampir 500 warga yang tersebar di 13 RT dari dua dusun di Desa Twelagiri, mereka bahu-membahu mengumpulkan dana dan tenaga demi mewujudkan akses jalan yang lebih layak, dengan harapan pembangunan dapat rampung meski tanpa bantuan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kepala Desa setempat maupun pihak terkait lainnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
