October 16, 2026

Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi, Tradisi yang Terus Bertahan di Tengah Perkembangan Zaman

0


News
Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi, Tradisi yang Terus Bertahan di Tengah Perkembangan Zaman

Peserta Kebo-keboan Alasmalang, Banyuwangi disaksikan ribuan warga dan wisatawan. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Ribuan warga bersama wisatawan memadati Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan tradisi adat Kebo-keboan yang kembali digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen sekaligus doa memohon kesuburan tanah.

Rangkaian ritual diawali dengan kenduri desa yang diikuti masyarakat setempat. Warga menikmati hidangan tumpeng dan pecel pithik sebelum prosesi adat dilanjutkan dengan arak-arakan keliling desa.

Dalam prosesi ider bumi, puluhan warga berdandan menyerupai kerbau dengan tubuh dilumuri jelaga hitam, mengenakan tanduk dan gelang kerincing, kemudian berjalan mengelilingi desa menuju empat penjuru mata angin.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, tradisi Kebo-keboan menjadi bukti kuatnya budaya masyarakat agraris yang hingga kini tetap terjaga dari generasi ke generasi.

“Tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun. Warga melestarikannya dengan melaksanakannya secara turun temurun. Saya sampaikan apresiasi kepada sesepuh adat, budayawan, pemuda Alasmalang dan semua yang menjaga nyala tradisi tetap hidup,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Kebo-keboan bukan sekadar atraksi budaya, melainkan mengandung nilai-nilai luhur yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Nilai ini sesuai dengan semangat Banyuwangi ‘tandang bareng’ kerja bersama, tumbuh bersama. Dimana semua capaian prestasi dan hasil kinerja Banyuwangi hasil gotong royong seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang prosesi berlangsung, para peserta menirukan perilaku kerbau yang tengah membajak sawah, berkubang di lumpur, hingga berguling di jalan sebagai bagian dari simbol kehidupan masyarakat pertanian.

Keunikan ritual tersebut juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya Tara asal Amerika Serikat yang mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi semacam itu.

“Ini sangat unik. Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Menakjubkan,” ujar Tara.

Pelaksanaan Kebo-keboan turut membawa dampak ekonomi bagi warga. Warung dan pedagang di sekitar lokasi dipadati pengunjung sejak pagi hingga acara berlangsung.

“Mulai minuman, camilan, semuanya laris, Alhamdulillah,” ujar Siti, salah seorang pedagang.

Tradisi Kebo-keboan Alasmalang telah berlangsung sejak abad ke-18 dan berawal dari kisah Buyut Karti yang dipercaya mendapat wangsit untuk menggelar upacara bersih desa dengan menjelma sebagai kerbau. 

Hingga kini, ritual tersebut tetap menjadi salah satu agenda budaya unggulan Banyuwangi yang rutin menarik ribuan pengunjung. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *