October 16, 2026

Susuri Pantai Mengare Gresik, Freeport Kumpulkan 1,6 Ton Sampah 

0


News
Susuri Pantai Mengare Gresik, Freeport Kumpulkan 1,6 Ton Sampah 

Ratusan relawan saat melakukan aksi bersih-bersih sampah bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) di Pantai Kemukem, Desa Kramat Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelajar, dan karyawan melalui berbagai aksi kolaboratif untuk memperkuat pelestarian lingkungan, Rabun(1/7/2026).

Mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, PTFI menyelenggarakan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang melibatkan sekitar 400 peserta dari pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan.

Kegiatan ini selain mendukung pengelolaan sampah pesisir, juga dalam rangka untuk memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi, mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. 

“Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata. 

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” ungkapnya.

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi ini.

Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Gresik.

Afandi, seorang nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya.

Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan.

Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *