1.502 personel Diterjunkan Guna Amankan Haul Masyayikh 2026 di Situbondo
Syamsuri
– 19 July 2026 | 16:07 – Dibaca 0 kali
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, saat turun langsung ke lapangan dengan berbincang langsunh dengan salah satu jamaah. (Foto: Syam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SITUBONDO – Alun-alun Kabupaten Situbondo laksana lautan spiritualitas yang teduh pada Minggu (19/7/2026) pagi.
Ratusan ribu pasang mata dan hati dari berbagai penjuru Nusantara bersatu, melantunkan bait-bait Sholawat Nariyah dalam perhelatan agung Haul Masyayikh 2026.
Di balik kekhusyukan momentum religius tahunan ini, tersimpan potret sinergi kepemimpinan dan kesiapsiagaan luar biasa yang memastikan seluruh prosesi berjalan dalam harmoni yang sempurna.
Kehadiran sekitar 100 ribu jamaah tidak menjadi celah bagi munculnya riak gangguan. Ketertiban dan kenyamanan ibadah para jamaah terjaga berkat orkestrasi pengamanan terpadu yang dipimpin langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.
Di sisi beliau, jajaran bahu-membahu bersama Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian, serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Agenda mulia untuk memuliakan jasa para ulama ini sekaligus menjadi panggung eratnya ukhuwah Islamiyah di tingkat nasional.
Nuansa takzim terasa kental dengan hadirnya para ulama kharismatik dan pengasuh pondok pesantren legendaris, seperti KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin (Ponpes Walisongo Situbondo), KH. Abdul Kholiq Hasan (Ponpes Bahrul Ulum Jombang), hingga KH. Ahmad Zamzami Mahrus (Ponpes Lirboyo Kediri), bersama puluhan masyayikh, habaib, serta jajaran pengurus PBNU dan PWNU.
Tidak hanya tokoh agama, kemitraan strategis umara juga teberkat dengan kehadiran sejumlah kepala daerah tetangga.
Tampak di barisan kehormatan, Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Wakil Bupati Jember H. Djoko Susanto, serta Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir.
Keberhasilan menjaga kondusivitas agenda berskala masif ini bertumpu pada formula pengamanan yang matang.
Polres Situbondo menggerakkan 1.502 personel gabungan lintas instansi yang terdiri atas Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga garda pemuda seperti Banser dan GP Ansor serta para relawan.
Pola pengamanan diterapkan secara taktis namun tetap humanis. Petugas disebar mulai dari simpul-simpul jalur kedatangan, manajemen kantong parkir, pusat kegiatan, hingga area VIP dan layanan kesehatan terpadu.
“Haul Masyayikh merupakan agenda keagamaan berskala nasional. Kami bersama TNI, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen menyuguhkan rasa aman dan nyaman agar kekhusyukan jamaah tidak terganggu. Alhamdulillah, semua berakhir kondusif,” ungkap Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.
Apresiasi tinggi juga mengalir dari Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Beliau menegaskan bahwa ketertiban ini merupakan buah dari gotong royong yang tulus demi melayani umat yang hadir mencari berkah.
Di tengah gemuruh selawat, para masyayikh menyampaikan pesan-pesan sejuk melalui tausiah kebangsaan. Jamaah diajak untuk semakin mempertebal kecintaan kepada Rasulullah SAW, memelihara takzim kepada ulama, serta merawat persaudaraan demi keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Tepat pukul 09.00 WIB, seluruh rangkaian acara resmi berakhir. Proses kepulangan jamaah mengalir secara bertahap dan teratur di bawah kawalan ketat petugas gabungan.
Suksesnya penyelenggaraan Haul Masyayikh 2026 ini menorehkan catatan emas tentang bagaimana harmoni antara aparat, pemerintah, dan masyarakat sipil mampu menghadirkan kedamaian mutlak di bawah langit Situbondo. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Alfiana Putri |
