October 16, 2026

Cabdin Jateng Mediasi Polemik Revitalisasi SMAN 1 Randublatung, Sekolah dan Komite Sepakat Perbaiki Komunikasi

0



Team Work
– 21 July 2026 | 18:07 – Dibaca 4 kali

News
Cabdin Jateng Mediasi Polemik Revitalisasi SMAN 1 Randublatung, Sekolah dan Komite Sepakat Perbaiki Komunikasi

Kepala SMAN 1 Randublatung Harmoko (kiri) bersama Ketua Komite SMAN 1 Randublatung Iksan Afandi (kanan). (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah memediasi perbedaan pandangan antara SMAN 1 Randublatung dan Komite Sekolah terkait pelaksanaan proyek revitalisasi senilai Rp 2,343 miliar yang bersumber dari APBN. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperbaiki komunikasi dan memperkuat koordinasi.

Kepala Seksi SMA, SMK, dan SLB Negeri Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, Faris Aulia Risa, mengatakan mediasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas polemik yang berkembang terkait proyek revitalisasi.

“Kami mempertemukan pihak sekolah dan komite untuk meluruskan informasi yang berkembang. Dari hasil pemantauan, proyek revitalisasi berjalan dengan baik. Yang perlu diperbaiki adalah komunikasi dan koordinasi antara sekolah dengan komite,” katanya, Selasa (21/7/2026).

Ketua Komite SMAN 1 Randublatung Iksan Afandi mengakui selama ini terjadi kebuntuan komunikasi, terutama terkait pembentukan panitia pelaksana proyek. Meski demikian, komite menegaskan tetap mendukung dan mengawasi pelaksanaan revitalisasi.

“Kami hanya berharap ada keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik demi kemajuan sekolah,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Randublatung Harmoko juga mengakui kurang optimalnya komunikasi menjadi penyebab munculnya kesalahpahaman. 

“Kami berkomitmen memperbaiki hubungan dengan komite melalui koordinasi yang lebih intensif, termasuk menggelar pertemuan rutin setiap tiga bulan,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, proyek revitalisasi SMAN 1 Randublatung merupakan bagian dari Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas Tahun 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Proyek senilai Rp 2,343 miliar tersebut dilaksanakan secara swakelola sejak 22 Juni 2026 dengan masa pekerjaan 180 hari.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi laboratorium IPA, ruang administrasi, serta toilet siswa. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *