October 16, 2026

Gubernur Khofifah Tinjau Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Tuban

0



Irqam
– 29 July 2026 | 19:07 – Dibaca 210 kali

News
Gubernur Khofifah Tinjau Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Tuban

Gubernur Jawa Timur meninjau pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban dan menyapa calon peserta didik beserta orangtunya. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, TUBAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Tuban pada Rabu (29/7/2026). Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jawa Timur ingin memastikan kesiapan sarana untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada awal Agustus 2026.

Kehadiran Khofifah didampingi Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono. Gubernur Jawa Timur langsung menyapa ratusan calon peserta didik SRT I Tuban beserta orang tuanya yang sejak pagi telah menunggu. 

Usai menyapa, rombongan berjalan menuju ke bagian ujung belakang Gedung SRT I Tuban. Di sana mereka melihat langsung sarana olahraga bagi para siswa.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Gedung SRT I Tuban menjadi medium pembelajaran yang akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) kualitatif, berkarakter dan berintegritas.

“Ini sinergi sangat luar biasa, Pak Bupati menyiapkan lahannya dan pemerintah pusat menyiapkan gedungnya dan kita semua menyiapkan ekosistemnya,” kata Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, proses rekrutmen calon peserta didik melalui kolaborasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Tuban, ternyata tak sedikit tantangan menghadang. Banyak orang tua yang masih enggan melepas anak-anaknya untuk sekolah gratis berasrama itu.

“Tadi saya tanya pendamping PKH ada yang  harus mendatangi rumah warga sampai 10 kali, baru mereka mengizinkan putra atau putri dikirim untuk sekolah disini. Jadi ada yang hunting untuk peserta didik,” katanya.

Tak hanya dari proses hunting pendamping PKH saja, lanjut Khofifah, SRT I Tuban ini juga menampung calon peserta didik titipan dari Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurutnya, ini menjadi ruang berinteraksi antar siswa luar daerah.

Guna menjaga kesiapan mental siswa dan mencegah aksi perundungan, Khofifah juga meminta kepala sekolah agar mendatangkan psikolog setiap bulan sekali. 

“Paling tidak sebulan sekali dihadirkan psikolog. Kalau psikolog datang kan bisa melakukan pendekatan dengan anak-anak,” tandasnya.

Sekedar diketahui, SRT I Tuban menerima 196 siswa dari beberapa wilayah di Tuban. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 16 siswa SD, 90 SMP dan 90 SMA. Sedangkan titipan dari Bojonegoro sebanyak 60 siswa.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *