Target Serapan Gabah Tuntas, Stok Beras Bulog Tegal Aman Sampai 2027
Kegiatan penyerapan gabah petani oleh Bulog Tegal, Jumat (31/7/26). (Foto : Wiwit Kuncoro/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, TEGAL – Bulog Kantor Cabang Tegal menutup capaian penyerapan gabah 2026 lebih cepat. Per 30 Juli 2026, wilayah kerja eks Karesidenan Pekalongan sudah mengumpulkan 94.000 ton setara beras. Angka itu sama dengan 100 persen dari target yang diberikan pusat.
Kepala Bulog Cabang Tegal Agung Rohman menyebut realisasi ini membuat posisi Cadangan Beras Pemerintah atau CBP di gudang-gudang Bulog berada dalam kondisi kuat. Meski telah mencapai target, penyerapan masih terus dilakukan hingga akhir 2026.
“Target sudah tercapai. Ini sinyal stok CBP aman dan terjaga sampai panen tahun depan 2027,” kata Agung di Tegal, Jumat (31/7/2026).
Harga Gabah Petani Naik Lewati HET
Dampak paling terasa ada di sawah. Dengan penyerapan berjalan masif, harga gabah di petani tidak jatuh.
Padahal HET Gabah Kering Panen ditetapkan Rp 6.500 per kilogram. Faktanya, harga yang diterima petani sekarang ada di rentang Rp 7.000 sampai Rp 7.500 per kilogram.
“Penyerapan ini menjaga harga di tingkat petani. Otomatis kesejahteraan mereka ikut terdongkrak,” ujar Agung.
Efek berantai juga dirasakan penggilingan. Karena Bulog aktif menyerap, usaha penggilingan padi di wilayah eks Pekalongan tetap jalan dan tidak kekurangan bahan baku.
Babinsa dan Dinas Pertanian Turun Langsung
Di balik capaian ini ada kerja bareng. Bulog Tegal menggandeng Kodim 0712 Tegal lewat Babinsa, ditambah Dinas Pertanian kabupaten/kota se-eks Karesidenan Pekalongan.
Dandim 0712 Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono bilang kunci keberhasilannya ada di komunikasi yang jalan terus.
“Capaian maksimal ini karena koordinasi, kolaborasi dan kerjasama antar stakeholder berjalan baik. Kami rutin diskusi progres serapan dengan Bulog,” kata Rachmat.
Ia menegaskan sinergi ini akan dijaga. Bahkan jika ada kenaikan target secara kualitatif, pihaknya siap all out mendukung.
“Harapannya bisa terus membantu program pemerintah dan menjaga infrastruktur pangan tetap cukup,” tegasnya.
Tegal Sumbang 40 Ribu Ton, Penyerapan Belum Stop
Dari total 94.000 ton, Kabupaten Tegal jadi kontributor terbesar dengan 40.000 ton setara beras.
Bulog menyebut penyerapan belum selesai. Kegiatan akan terus sampai akhir 2026. Agung memperkirakan realisasi akhir tahun bisa tembus di atas 100 persen, karena masih ada potensi panen Agustus hingga September yang bisa dibeli.
“Sirkulasi di gudang juga aman. Gabah terus masuk, beras terus keluar untuk kebutuhan konsumen dan bantuan pangan,” tambahnya.
Bantuan Pangan Semester II Mulai Agustus
Dengan stok yang tebal, Bulog juga memastikan harga di konsumen tetap stabil. Baik lewat beras SPHP maupun program bantuan pangan.
Saat ini Bulog sedang menyiapkan penyaluran bantuan pangan semester II untuk alokasi Juli, Agustus, September. Penyalurannya ditarget mulai Agustus 2026.
“Dengan bantuan ini kebutuhan masyarakat rentan dan miskin bisa terjaga. Di pusat urusan kebijakan dan anggaran, di daerah kami fokus kesiapan stok dan koordinasi sampai tingkat desa agar distribusi lancar,” jelas Agung.
Berbekal serapan yang terus jalan dan jadwal penyaluran yang sudah disusun, Bulog Cabang Tegal optimistis ketahanan pangan di eks Karesidenan Pekalongan akan tetap kuat hingga masuk musim panen 2027. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wiwit Kuncoro |
| Editor | : Alfiana Putri |
