Korban KMP Mutiara Santosa 2: Lima Orang Meninggal, 41 Orang Masih Dalam Pencarian
Tangkapan layar KMP Mutiara Santosa 2. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP – Berdasarkan data sementara yang diterima melalui Call Center 112 terhitung sejak kejadian Minggu (2/8/2026), diinformasikan bahwa lima orang dilaporkan meninggal dunia pada insiden kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, yakni, sementara 41 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Data sementara tersebut mencatat, KMP Mutiara Santosa 2 mengangkut total 271 orang yang terdiri atas 232 penumpang sesuai manifes, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 orang pengikut kapal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Seiring masih berlangsungnya proses evakuasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah menyiapkan dukungan penuh di Pelabuhan Kalianget.
Melalui RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, pemerintah daerah mengerahkan satu unit ambulans emergency, satu unit ambulans jenazah, beserta tim medis untuk mengantisipasi kedatangan korban dari lokasi kejadian.
Selain itu, seluruh ambulans milik puskesmas di wilayah daratan Kabupaten Sumenep juga disiagakan di Pelabuhan Kalianget guna memperkuat pelayanan kesehatan apabila terdapat korban yang membutuhkan penanganan medis maupun proses evakuasi lanjutan.
“Ambulans RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep akan terus standby di Pelabuhan Kalianget sampai ada arahan atau informasi bahwa proses evakuasi telah selesai dan sudah tidak ada lagi korban yang perlu dievakuasi,” katanya.
Di sisi lain, Kapolresta Sumenep, Komisaris Besar Polisi Ariek Indra Sentanu mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kabag Ops bersama Kasat Samapta membangun posko terpadu di Pelabuhan Kalianget, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi proses evakuasi.
Kasat Polair juga diperintahkan segera menyusun laporan awal kejadian, memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, serta bekerja sama dengan masyarakat untuk melakukan mitigasi agar tidak ada warga yang mendekati area operasi penyelamatan.
Sementara itu, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Sumenep diminta berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit, yakni RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep.
Koordinasi tersebut dilakukan agar seluruh fasilitas kesehatan siap memberikan penanganan apabila korban berhasil dievakuasi dan membutuhkan perawatan medis.
” Kasi dokkes koordinasi dengan rumah sakit di Sumenep (RSUD Moh Anwar, RSI Garam Kalianget dan BHC Sumenep) untuk antisipasi apabila sudah ditemukan atau ada korban maka pihak rumah sakit sudah siap,” terang Kapolresta.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 41 orang yang belum ditemukan. Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
