Pak Yes Tertarik Adopsi Inovasi Biopori Karya Mahasiswa KKN di Lamongan
Irqam
– 06 August 2026 | 10:08 – Dibaca 130 kali
Bupati Yuhronur Efendi meninjau langsung kegiatan KKN Megilan Expo di Pendopo Lokatantra. (Foto: Diskominfo Lamongan)
BERITA PLUS, LAMONGAN – Kegiatan KKN Megilan Expo yang diikuti 8 perguruan tinggi digelar di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/8/2026). Dalam acara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi tertarik untuk mengadopsi inovasi Gerakan Biopori karya mahasiswa yang dipamerkan.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini menyebut, biopori dipandang perlu untuk mencegah banjir, mengurangi genangan, dan menyimpan cadangan air di musim kemarau.
Pak Yes meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan untuk membuat desain kegiatan Gerakan Biopori yang dapat dikerjasamakan dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa.
“Saya memandang perlu biopori. Untuk itu saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat. Bapperida supaya didesain kegiatan apakah itu sejuta biopori, atau 100.000 biopori, atau minimal 1000 biopori,” ujarnya.
“Nanti kita akan melaksanakan serentak yang bisa dikerjakan bersama-sama, kita menyiapkan bioporinya, alatnya, nanti pelaksanaannya bisa para adik-adik mahasiswa ataupun dari universitas yang bersangkutan, bisa kita fokuskan di kecamatan yang Sarirejo yang hari ini banyak kekurangan air,” sambung Pak Yes.
Pak Yes mengapresiasi semua karya yang telah dihasilkan mahasiswa. Pasalnya, hasil karya mahasiswa itu sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh pemerintah daerah.
Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga keberlanjutan dan memelihara inovasi yang telah dibuat.
“Setelah dipaparkan tadi ya luar biasa, memang ada yang tidak terpikirkan selama ini. Setidaknya telah menjadi karya-karya, yang itu nanti merupakan satu inspirasi bahwa dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau sesuatu yang sudah ada bisa menjadi produk-produk, menjadi satu kebiasaan masyarakat, menjadi suatu inovasi yang baru, yang apabila itu di maintenance, di create yang baik, akan menjadi satu karya yang luar biasa yang berguna bagi kami dan masyarakat,” ungkap Pak Yes.
Sementara itu, Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo mengatakan, kegiatan KKN yang dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus 2026 ini diikuti oleh 8 perguruan tinggi.
Diantaranya, Universitas Airlangga (Unair) sebanyak 209 mahasiswa yang tersebar di 4 kecamatan 22 desa, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan sebanyak 614 mahasiswa di 6 kecamatan 26 desa.
Lalu, Universitas Islam Lamongan sebanyak 455 di 1 kecamatan 17 desa, UIN Sunan Ampel Surabaya 810 mahasiswa di 3 kecamatan 54 desa, Universitas Brawijaya 117 mahasiswa di 3 kecamatan 7 desa, Universitas Muhammadiyah Lamongan 470 mahasiswa di 2 kecamatan 27 desa.
Universitas Negeri Malang 65 mahasiswa di 3 kecamatan 5 desa, dan UPN Veteran Jawa Timur sebanyak 480 mahasiswa di 1 kecamatan 16 desa.
“Kami berharap berbagai inovasi produk unggulan dan program kerja yang ditampilkan dari berbagai Universitas dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan Pemkab Lamongan, khususnya berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa dalam peningkatan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Alfiana Putri |
