October 16, 2026

Peserta Konferensi Internasional Nilai Keramahan Warga Banyuwangi Cerminkan Nilai Islam

0


News
Peserta Konferensi Internasional Nilai Keramahan Warga Banyuwangi Cerminkan Nilai Islam

Delegasi internasional mengikuti konferensi dan berbagi pengalaman selama berada di Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Keramahan masyarakat Banyuwangi menjadi perhatian peserta International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk Access to Justice in Southeast Asia 2026. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dinilai mencerminkan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kesan tersebut disampaikan sejumlah delegasi internasional saat mengikuti salah satu sesi konferensi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini digelar oleh The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi.

Fehmida Kanwal, delegasi asal Pakistan, mengaku memperoleh banyak pembelajaran selama mengikuti rangkaian kegiatan di Banyuwangi. Menurutnya, nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga tampak dalam praktik kehidupan masyarakat.

“Saya banyak belajar disini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Destiny Perez Orozco dari Amerika Serikat. Selama mengikuti kunjungan lapangan dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di Banyuwangi, ia memperoleh perspektif baru mengenai penerapan nilai-nilai keislaman.

“Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didapuk sebagai pembicara kunci. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai keislaman menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan sehingga seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses berbagai layanan.

“Nilai-nilai maqasudus syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik,” ujar Ipuk.

Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta, termasuk 26 delegasi internasional dari 12 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti forum utama, para delegasi menjalani rangkaian experiential learning dengan mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi. Kegiatan itu dirancang agar peserta dapat melihat langsung praktik sosial dan tata kelola yang menjadi bahan pembelajaran selama konferensi.

Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, mengatakan penyelenggaraan konferensi menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Banyuwangi sebagai pusat pengembangan keilmuan.

“Kami bercita-cita untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup untuk kajian berbagai bidang keilmuan. Khususnya, dalam keilmuan Islam Internasional,” pungkasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *