October 17, 2026

Perkuat Sejarah Lokal, Disparbud Malang Gelar Pelatihan Membatik bagi Siswa SMP

0


Pendidikan
Perkuat Sejarah Lokal, Disparbud Malang Gelar Pelatihan Membatik bagi Siswa SMP

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang saat memberi sambutan di hadapan Para Siswa SMP Islam Salafiyah Singosari beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Disparbud Kabupaten Malang)

BERITA PLUS, MALANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang berkomitmen penuh dalam mempromosikan dan melestarikan khasanah budaya nusantara.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggalakkan program edukasi sejarah lokal serta mempercepat regenerasi pengrajin batik khas Kabupaten Malang yang menyasar generasi pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyampaikan bahwa pelestarian kebudayaan lokal harus dilakukan melalui tindakan nyata yang berkelanjutan.

Upaya ini diwujudkan melalui pengenalan eksistensi Museum Singhasari sebagai pusat studi sejarah daerah, serta pembekalan keterampilan seni tradisional kepada para siswa sekolah.

“Kami ingin memastikan estafet kelestarian budaya terus berjalan. Generasi muda tidak boleh melupakan warisan para leluhur. Melalui edukasi dan pelatihan praktis ini, kami berharap lahir para pengrajin batik baru yang bangga akan identitas budaya Kabupaten Malang,” ujar Firmando dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Sebagai bentuk implementasi nyata, Disparbud Kabupaten Malang menyelenggarakan pelatihan teknik kesenian membatik, mencakup metode batik cetak maupun batik tulis tradisional.

Agenda edukasi ini menghadirkan narasumber praktisi andal sekaligus pemilik industri Batik Sengguruh (Batik Seng), Evi Wahyu Astutik.

Selama kegiatan, para siswa diberikan bimbingan teknis secara langsung, mulai dari dasar pengenalan motif lokal hingga proses pewarnaan batik.

Rangkaian kegiatan edukatif dan pelatihan seni tradisional ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai dari Senin 10 Agustus hingga Kamis 18 Agustus 2026.

Melalui program intensif ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap khasanah budaya daerah dapat tetap eksis di tengah arus modernisasi.

Di samping itu, penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya ini diproyeksikan mampu mencetak talenta-talenta muda yang adaptif sekaligus kompetitif dalam menjaga ketahanan budaya lokal. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *